Iklim Bisnis AS Di Bulan Mei Lebih Baik Dari April

Iklim Bisnis AS Di Bulan Mei Lebih Baik Dari April
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Indeks kondisi bisnis Empire State yang dirilis oleh Bank Sentral AS wilayah New York naik 29,7 poin menjadi -48,5 pada Mei, sebagaimana laporan bank sentral pada hari Jumat (12/06/2020). Ini adalah angka terendah kedua sepanjang catatan ini pernah ada.

Sebelumnya, para ekonom sendiri
memperkirakan bahwa indek akan turun hingga minus 65, menurut survei oleh
Econoday.Setiap bacaan di bawah nol menunjukkan kondisi yang memburuk.

Dalam jajak pendapat bank sentral
tersebut, sekitar lima belas persen produsen melaporkan bahwa kondisinya lebih
baik di bulan Mei daripada bulan April. Pesanan dan pengiriman baru terus
menurun meskipun tidak setajam di bulan April.

Indeks pesanan baru naik 23,9
poin menjadi -42,4 di bulan Mei sementara pengiriman naik 29,1 poin menjadi
-39. Optimisme tentang prospek enam bulan memang membaik. Indeks untuk kondisi
bisnis masa depan naik 22 poin menjadi 29,1.

Tingkat pekerjaan turun lebih
lanjut di bulan Mei tetapi tidak pada kecepatan yang tajam di bulan April.
Indeks untuk jumlah karyawan naik hampir 50 poin menjadi -6.1. Jam kerja terus
menurun.

Secara garis besar kondisi
ekonomi menurut beberappa ekonom mengalami rebound dari bulan April khususnya
di sektor manufaktur, sementara yang lain mengatakan terlalu banyak ekstrapolasi
dari data. Ekonom yang terakhir menunjukkan bahwa beberapa peningkatan pada
bulan Mei datang dari perusahaan yang melaporkan bahwa aktivitas tidak berubah
pada nol setelah melaporkan penurunan tajam pada bulan April.

“Produsen berpegang pada harapan
mereka akan perubahan haluan, tetapi kami percaya kehati-hatian yang signifikan
diperlukan. Ke depan, jalan menuju pemulihan akan panjang, dan tidak merata,
dengan permintaan yang menurun, gangguan rantai pasokan dan meningkatnya
ketidakpastian yang menghambat rebound yang kami harapkan akan terbentuk pada
kuartal ketiga, ”kata Oren Klachkin, ekonom di Oxford Economics menanggapi
paparan tersebut.

Paska dirilis, indek saham AS
merosot di hari Jumat karena penjualan ritel turun tajam dan ada tanda-tanda
ketegangan dengan China. Indek Dow Jones turun 132 poin di perdagangan pagi.

Gulir ke Atas