Ifo : Ekonomi Jerman Mulai Pulih Pasca Dicabutnya Pembatasan

Ifo : Ekonomi Jerman Mulai Pulih Pasca Dicabutnya Pembatasan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah survei terhadap tingkat optimisme di sektor bisnis Jerman serta sebuah data output terpisah menunjukkan bahwa ekonomi Jerman mulai pulih saat dicabutnya pembatasan untuk meredam pandemi corona serta seberapa pentingnta pengeluaran pemerintah untuk mendukung laju pemulihan.

Lembaga ekonomi Ifo menyebutkan bahwa tingkat optimisme bisnis di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut dilaporkan mengalami rebound di bulan Mei, pulih dari penurunan terburuknya di bulan April lalu, seiring dibukanya kembali aktifitas ekonomi sehingga mampu memberikan dorongan bagi ekspektasi di sektor korporasi.

Ekonom di lembaga ifo, Klaus Wohlrabe mengatakan bahwa ekonomi Jerman telah menemukan titik terang bagi laju pemulihan, namun pihaknya menilai bahwa saat ini ekonomi belum berada dalam kondisi optimis sepenuhnya.

Sementara itu sebuah data terpisah dari kantor Statistik Federal memberikan indikasi kerusakan yang disebabkan oleh pembatasan untuk menghentikan penyebaran virus, yang mendorong ekonomi ke dalam kontraksi tertajam sejak 2009 pada kuartal pertama lalu.

Kemerosotan dalam investasi modal, konsumsi swasta dan ekspor berkontribusi terhadap penurunan ekonomi Jerman hingga 2.2%, dan Ifo memperkirakan penurunan hingga dua digit di periode kuartal kedua mendatang di saat pembatasan secara penuh sejak pertengahan Maret terlihat dampaknya terhadap aktifitas ekonomi.

Sektor konstruksi yang sehat dan pengeluaran negara yang lebih tinggi adalah satu-satunya titik terang dalam data ekonomi lainnya yang suram, sehingga diharapkan mampu mengimbangi untuk mencegah terjadinya kontraksi ekonomi yang lebih dalam.

Data menunjukkan bahwa laju pengeluaran pemerintah naik 0.2% pada kuartal tersebut dan konstruksi tumbuh sebesar 4.1%.

Pada minggu depan pemerintah Kanselir Angela Merkel, yang telah menyetujui paket penyelamatan 750 miliar Euro yang belum pernah terjadi sebelumnya, dijadwalkan untuk mengajukan usulan stimulus tambahan untuk mempertahankan pemulihan, yang menurut para ekonom akan melambat dan sebagian besar sangat tergantung pada seberapa cepat kondisi mitra dagang Jerman di kawasan Eurozone kembali normal.

Kepala Ekonom ING, Carsten Brzeski mengatakan bahwa di tengah perlambatan aktifitas ekonomi dan sosial hingga 60% saat terjadinya puncak lockdown, saat ini telah kembali menjadi lebih dari 80%, namun untuk mengimbangi kerusakan ekonomi dalam dua bulan terakhir, percepatan laju pertumbuhan jauh lebih dibutuhkan dan oleh karena itu tidak mengherankan apabila pemerintah Jerman saat ini tengah mempersiapkan paket stumulus fiskal lainnya.

Pada bulan Maret lalu pemerintahan Merkel telah meminta parlemen untuk menangguhkan penghentian hutang secara konstitusional, guna membiayai paket penyelamatan yang mencakup kredit tanpa batas untuk perusahaan berskala kecil, menengah dan besar.

Paket stimulus Jerman diharapkan mencakup bantuan bagi pemerintah kota yang berjuang dengan pajak yang lebih rendah dan dukungan untuk keluarga, serta lebih banyak dana untuk perusahaan dengan jumlah pekerjanya kurang dari 250 karyawan.

Ifo mengatakan sub-indeks dalam survei yang mengukur kondisi saat ini mengalami penurunan di bulan Mei, yang mencerminkan ekspektasi di kalangan eksekutif perusahaan bahwa kebijakan pembatasan dan gangguan terhadap rantai pasokan akan terus menghambat aktifitas ekonomi.

Fritzi Kohler-Geib dari bank KfW mengatakan bahwa laju kecepatan pemulihan akan sangat bergantung pada paket stimulus dari pemerintah dan saat ini Jerman dinilai telah berada di jalur yang benar dengan tingkat kepercayaan di masa depan yang menjadi kuncinya sehingga penting artinya untuk segera menyusun program pertumbuhan dan investasi.(

Gulir ke Atas