Hutang Pemerintah Korea Selatan Mencatat Rekor Tertingginya

Permasalahan hutang pemerintah Korea Selatan untuk saat ini telah mencapai lebih dari 100 triliun Won selama periode semester pertama tahun ini, sekaligus mencatat rekor tertingginya dalam periode enam bulanan, seiring pemerintah Korea Selatan menggunakan pembiayaan dari hutang tersebut untuk mendukung besaran anggaran yang mencapai rekornya di tahun ini, di tengah menurunnya penerimaan dari pajak yang diakibatkan oleh buruknya iklim bisnis di negara tersebut.

Korea Financial Investment Association mengatakan bahwa penerbitan hutang pemerintah Korea Selatan pada periode paruh pertama di tahun ini mengalami lonjakan hingga 55.8% menjadi 104.8 triliun Won atau sekitar $89.6 milliar, mencatat rekor kenaikan dalam periode satu semester sejak paruh pertama 2015 silam sebesar 87.2 triliun Won.

Penerbitan hutang bersih atau hutang bruto yang telah dikurangi pembayaran, berjumlah 50.5 triliun Won yang merupakan jumlah terbesarnya untuk periode enam bulanan. Sehingga total hutang pemerintah Korea Selatan telah mencatat lonjakan menjadi sebesar 691 triliun Won hingga akhir Juni lalu.

Lonjakan yang terjadi dalam permasalahan hutang negara merupakan hasil dari ekspansi fiskal untuk memperkuat ekonomi Korea Selatan yang telah mengalami kemunduran sejak kuartal pertama tahun ini. Untuk itu pemerintahan Seoul telah menyediakan sekitar 61% dari anggarannya untuk tahun ini, guna menciptakan lapangan pekerjaan di sektor publik serta untuk membiayai modal bagi sejumlah proyek-proyek sosial.

Besaran anggaran pemerintah Korea Selatan untuk tahun ini mencatat kenaikan dalam jalur terbesarnya di 9.5% dari tahun sebelumnya yang telah mencatat anggaran sebesar 469.6 triiun Won. Sementara tambahan anggaran sebesar 6.7 triliun Won tengah menunggu persetujuan dari para anggota legislatif Korea Selatan.

Meskipun pemerintah Korea Selatan mampu membiayai kembali permasalahan hutang mereka di paruh kedua melalui pendapatan pajak, namun semakin besarnya bentangan defisit fiskal yang tidak bisa dihindari akibat dari pengumpulan pendapatan dari pajak yang lambat, menyusul anjloknya laba perusahaan hingga lebih dari 40% dari kuartal pertama lalu.

Rute pendapatan dari penerimaan pajak Korea Selatan dalam tiga bulan pertama tahun ini, mengalami penyusutan hingga sebesar 800 milliar Won dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sumber: Topgrowth Futures, Bloomberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini