Harga Rumah Baru Di Cina Mencatat Kenaikan Di Bulan Juli

National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan kenaikan harga rumah baru di Cina pada bulan Juli lalu, seiring sektor properti yang tetap bertahan sebagai salah satu sektor pendukung di tengah melambatnya ekonomi di negara tersebut.

Harga rumah baru rata-rata di 70 kota besar di Cina dilaporkan naik 0.6% di bulan lalu dari bulan sebelumnya, yang mana laporan ini menandai kenaikan secara beruntun dalam 51 bulan. Mayoritas dari 70 kota yang disurvei oleh NBS melaporkan adanya kenaikan harga rumah baru di tingkat bulanan, meskipun dari sisi jumlah kota berkurang dari 63 kota di bulan Juni menjadi hanya 60 kota di bulan lalu.

Sektor properti berdampak secara langsung terhadap lebih dari 40 industri di Cina dan penurunan yang cepat akan berisiko menambah tekanan pada ekonomi, yang saat ini dalam kondisi melambat akibat dari permintaan domestik yang lemah dan Trade War yang meningkat dengan Amerika Serikat.

Sejak tahun 2016 lalu, pemerintah Cina telah menekan laju investasi spekulatif di pasar perumahan, guna mencegah terjadinya koreksi tajam akibat lonjakan harga rumah. Selain itu ada kekhawatiran yang berkembang bahwa harga rumah yang tinggi, akan memberikan dorongan terhadap biaya bisnis dan sekaligus membatasi pengeluaran konsumen.

Sementara di tingkat tahunan, harga rumah mencatat kenaikan di laju terlemahnya di tahun ini selama bulan Juli yang mencatat sebesar 9.7%, lebih lambat dari kenaikan 10.3% di bulan Juni.

Pemerintahan Beijing telah berulang kali memberikan desakan kepada pemerintah daerah untuk menjaga harga rumah agar supaya tidak terjadi bubbling sehingga harganya tidak terjangkau oleh para konsumen, namun upaya dari sejumlah pemerintah daerah untuk menarik konsumen melalui kebijakan insentif bagi pembelian rumah yang dibarengi dengan pelonggaran kondisi kredit, telah membuat harga rumah tetap tangguh secara mengejutkan di sepanjang tahun ini.

Selain itu di sejumlah daerah tingkat hipotek juga mengalami penurunan, sebagai tanggapan atas seruan pihak regulator kepada sektor perbankan untuk meningkatkan pinjaman guna mendukung perekonomian. Harga rumah di empat kota teratas Cina, yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzhen, mencatat kenaikan sebesar 0.3% dari bulan sebelumnya, lebih cepat dari kenaikan 0.2% pada Juni sebelumnya.

Akan tetapi harapan dari pihak pemerintah Beijing telah pupus untuk melonggarkan langkah-langkah penanggulangan potensi terjadinya bubbling sebagai upaya untuk meningkatkan laju ekonomi Cina yang berada dalam kondisi yang goyah, dan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menggunakan pasar properti sebagai bentuk stimulus jangka pendeknya.

Bank-bank di Cina secara mengejutkan telah sedikit memperpanjang laju pinjaman Yuan di bulan Juli, sehingga memberikan gambaran lemahnya tingkat permintaan. Pinjaman baru untuk sektor rumah tangga, yang sebagian besar merupakan pinjaman hipotek, dilaporkan turun menjadi 511.2 milliar Yuan di bulan Juli dari 671.7 milliar Yuan di bulan sebelumnya.(WD)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *