Harga Minyak Turun Di Tengah Sentimen Pasar Dan Peningkatan Pasokan Global

Harga minyak mentah berjangka kembali turun di sesi perdagangan hari ini, di tengah kekhawatiran terhadap prospek permintaan bahan bakar yang lebih rendah karena pembicaraan perdagangan antara AS dan Cina di pekan ini, yang tidak bisa diharapkan untuk membantu mengakhiri perang perdagangan di antara kedua negara sehingga menambah kecemasan mengenai ekonomi global.

Cina yang dikenal sebagai importir minyak terbesar di dunia, telah menurunkan ekspektasi mereka terhadap pembicaraan perdagangan pada hari ini guna mengakhiri perselisihan perdagangan dengan AS, yang telah berlangsung selama 15 bulan terakhir.

Minyak mentah berjangka jenis Brent turun 0.2%, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate juga mencatat penurunan hingga 0.2% di sesi yang sama. Benjamin Lu selaku analis komoditas di Philip Futures Singapura, mengatakan bahwa jika negosiasi perdagangan AS-Cina berada dalam kondisi yang buruk, maka pesimisme pasar akan semakin memberikan tekanan negatif yang tajam terhadap harga minyak.

Selain itu harga minyak juga terbebani oleh laporan meningkatnya stok minyak AS. Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS naik 2.9 juta barrel dalam sepekan hingga 4 Oktober lalu, dua kali lipat lebih besar dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 1.4 juta barrel.

Sementara itu OPEC secera diam-diam melakukan penyesuaian pakta produksinya untuk memungkinkan Nigeria meningkatkan produksi minyaknya, sehingga pasokan minyak mentah menjadi lebih banyak. Organisasi tersebut mengabulkan permohonan Nigeria untuk menaikkan kuota produksi minyaknya menjadi 1.774 juta barrel per hari dari 1.685 jta barrel per hari.

Negara anggota OPEC lainnya, Venezuela juga akan meningkatkan laju ekspor minyak mentah mereka, meskipun hingga saat ini sanksi ekonomi dari AS terhadap Venezuela masih berlaku untuk membatasi pengiriman minyak mentah dari negara tersebut.

Sedangkan perusahaan penyulingan asal India, Reliance Industries Ltd berencana untuk mulai memuat produk minyak mentah Venezuela, setelah selama empat bulan terhenti akibat sanksi dari AS, yang mana hal ini menjadi pertanda adanya perluasan pasokan minyak mentah di pasar lebih lanjut.(WD)