• 16 Desember 2019

Harga Minyak Stabil Seiring Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-Cina

Harga Minyak Stabil Seiring Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-Cina

Pada sesi perdagangan awal pekan ini, harga minyak mentah terpantau bergerak ke kisaran lebih tinggi menyusul nada positif dari Washington yang menghidupkan kembali harapan di pasar global bahwa AS dan Cina akan segera menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang perdagangan.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate sempat naik 0.31%, namun saat ini bergerak lebih rendah 0.1%, setelah di akhir pekan kemarin sedikit berubah pasca penilaian para pelaku pasar komoditas minyak terhadap proses pembicaraan perdagangan AS-Cina.

Harga minyak berada di kisaran lebih tinggi saat pembukaan perdagangan hari ini, pasca penasihat keamanan nasional AS, Robert O’Brien mengatakan bahwa perjanjian perdagangan awal dengan Cina masih mungkin dilakukan di akhir tahun ini. Hal ini dikemukakan setelah sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping menyatakan keinginan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan awal dan sekaligus meredakan perang tarif yang telah berlangsung selama 16 bulan dan berdampak pada perlambatan pertumbuhan global.

Meskipun sebelumnya Trump mengatakan bahwa dirinya belum memutuskan apakah pihaknya ingin menyelesaikan kesepakatan, sementara Jinping mengatakan bahwa dia tidak takut untuk membalas bila diperlukan.

Michael McCarthy selaku kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, mengatakan bahwa semua yang terjadi di pasar komoditas minyak masih akan mendapatkan pengaruh dari seputar pembicaraan perdagangan AS-Cina yang sepertinya masih akan mendominasi pasar untuk saat ini.

McCarthy juga menambahkan bahwa sebuah langkah yang diambil oleh Cina untuk melindungi kekayaan intelektual, turut menimbulkan kondisi yang mendukung bagi pembicaraan perdagangan dengan Washington, yang mana langkah ini dinilai merupakan langkah besar bagi negosiasi perdagangan potensial jika keduanya mengadopsi langkah tersebut sebagai kebijakan resmi.

Namun demikian masih tersisa satu kekhawatiran terhadap penandatanganan kesepakatan perdagangan kedua negara, yaitu RUU yang memberikan dukungan bagi para demonstran anti pemerintah di Hong Kong. Hal ini mengemukan setelah O’Brien mengeluarkan peringatan bahwa Washington tidak akan menutup mata terhadap apa yang terjadi di Hong Kong, yang merupakan hasil dari meningkatnya kekecewaan para demonstran yang marah saat Beijing dinilai telah ikut campur dalam kebebasan yang dijanjikan saat Hong Kong tersebut kembali ke pangkuan Cina.

Selain itu potensi berlanjutnya kebijakan pemangkasan pasokan minyak oleh OPEC+, akan ditentukan saat OPEC menggelar pertemuan pada 5-6 Desember, sepertinya akan mampu memberikan dukungan bagi kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kepala strategi pasar di AxiTrader, Stephen Innes dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa akan terjadi fluktuasi di harga minyak di pekan ini, seiring risiko pasar tetap mengacu seputar negosiasi perdagangan dan keputusan pertemuan OPEC, sehingga para investor akan terfokus pada dua faktor utama tersebut.(