Harga Minyak Naik Didukung Data Manufaktur Cina

Harga Minyak Naik Didukung Data Manufaktur Cina

Kenaikan aktifitas manufaktur Cina selama bulan Oktober lalu telah memberikan kejutan di pasar sehingga sedikit menenangkan kekhawatiran investor terhadap kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Cina sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah di sesi perdagangan waktu Eropa hari ini.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate hingga saat ini mencatat kenaikan hingga sebesar 0.52% ke 54.50 per barrel, sekaligus memangkas kerugian mingguan sebesar 3.8%.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Reuters mengemukakan bahwa harga minyak diperkirakan akan tetap di bawah tekanan sepanjang tahun ini dan beberapa waktu kedepannya. Jajak pendapat terhadap 51 ekonom dan analis memperkirakan minyak mentah jenis Brent akan berada di kisaran $64.16 per barrel hingga akhir tahun ini.

Sementara itu sebuah survei Reuters lainnya menunjukkan bahwa output produksi minyak dari negara anggota OPEC akan pulih dari level terendahnya dalam delapan tahun, seiring pemulihan yang cepat di output produksi Arab Saudi pasca serangan terhadap fasilitas minyaknya di bulan September lalu.

Kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global serta lambatnya laju permintaan minyak dunia, terus menghantui pasar karena AS dan Cina tengah berjuang untuk mengakhiri perselisihan dagang selama 16 bulan terakhir.

Kepala komoditas penelitian di National Australia Bank, lachlan Shaw mengatakan bahwa keraguan mengenai kesepakatan perdagangan AS-Cina masih terlihat di pasar dan pada saat yang sama pasar komoditas memiliki inventaris minyak mentah AS yang meningkat pesat dari perkiraan.

Namun demikian laju pertumbuhan aktifitas pabrik di Cina secara tidak terduga meluas di laju tercepatnya sejak 2017 lalu, yang mana hal ini meningkatkan optimisme terhadap kesehatan ekonomi di negara tersebut.

Akan tetapi laju aktifitas manufaktur di kawasan Asia Utara justru mengalami kontraksi, seiring manufaktur Jepang yang merosot ke level terendahnya lebih dari tiga tahun terakhir di bulan Oktober, akibat penyusutan pesanan dan output baru.

Aktifitas manufaktur di Korea Selatan dan Taiwan juga menyusut akibat sektor korporasi tengah menanggung beban permintaan yang mengalami penurunan di seluruh dunia.

Sebelumnya dilaporkan bahwa produksi minyak mentah AS melonjak hampir 600.000 barel per hari di bulan Agustus hingga menyentuh rekor 12.4 juta barrel, yang didukung oleh peningkatan output di Teluk Meksiko hingga sebesar 30%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini