Harga Minyak Mendapat Dukungan Dari Data Manufaktur Cina

Harga Minyak Mendapat Dukungan Dari Data Manufaktur Cina

Tanya Jawab Forex, Jakarta – Kenaikan sektor manufaktur Cina yang tidak diduga oleh pasar, telah mempu meredakan kekhwatiran mengenai prospek laju permintaan di negara importir minyak mentah terbesar dunia tersebut, sehingga mampu mendukung harga minyak untuk menguat di sesi perdagangan awal pekan ini meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, di tengah masih tingginya eskalasi Trade War dengan AS.

Data indeks Markit Manufacturing PMI, baik yang dirilis oleh pemerintah maupun oleh Caixin, menunjukkan perluasan selama dua bulan berturut-turut di bulan September, seiring peningkatan produksi dari pabrik-pabrik di Cina serta kenaikan pesanan baru yang mengalahkan ekspektasi pasar.

Jeffrey Halley selaku analis senior OANDA di Singapura, mengatakan bahwa data Caixin menjadi kejutan yang nyata dan setidaknya memberikan hasil yang positif di pasar Asia di perdagangan awal pekan, dan data tersebut akan memberikan gambaran selama beberapa bulan kedepan terkait pertumbuhan permintaan minyak mentah Cina, sebagai negara pengguna minyak terbesar kedua di dunia.

Dalam skala bulanan minyak mentah jenis Brent Crude telah mencatat kenaikan 2.6% selama September, sekaligus kenaikan bulan pertamanya sejak Juni, sedangkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate tercatat naik 1.7% di bulan yang sama, menyusul serangan yang terjadi sebelumnya terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Negara eksportir utama minyak dunia tersebut telah berhasil memulihkan kapasitas produksi minyaknya hingga menjadi 11.3 juta barrel per hari, meskipun Aramco, perusahaan minyak kerajaan Saudi, belum memberikan konfirmasi sepenuhnya mengenai hal tersebut.

Sementara itu manajer komoditas senior di Phillip Futures di Singapura, Avtar Sandu mengatakan bahwa sebagian besar langkah pemulihan tersebut sudah dilakukan oleh Arab Saudi sejak mereka menyampaikan akan melanjutkan laju produksi minyaknya pasca serangan drone yang merusak fasilitas produksinya.

Sejak serangan itu pihak Arab Saudi tetap mempertahankan laju ekspornya dengan menggunakan inventaris dan dari kapasitas produksi cadangan mereka, namun hingga saat ini seberapa banyak pemulihan persediaan minyak mereka dapat didapatkan hasilnya dalam beberapa pekan kedepan.

Akan tetapi peringatan yang dikeluarkan oleh putra mahkota Arab Saudi selaku menteri energi, mengenai potensi melonjaknya harga minyak dunia ke harga tinggi yang tidak terbayangkan oleh pasar, jika negara-negara di dunia tidak memberikan tekanan terhadap Iran yang dianggap sebagai negara yang bertanggung jawab terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Meskipun kondisi geopolitik semakin memanas di kawasan tersebut, namun Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa pihaknya lebih memilih mengedepankan pendekatan secara politik untuk mencari solusi terhadap ini semua, dibandingkan harus melakukan pendekatan secara militer.

Sehari sebelumnya suatu gerakan dari suku Houthi di Yaman, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan serangan besar di dekat wilayah yang berbatasan dengan Najran di sebelah selatan Saudi dan mengklaim telah menangkap banyak pasukan Arab dan sejumlah kendaraan militernya, namun demikian belum ada konfirmasi secara resmi dari pihak berwenang Arab Saudi.

Ardian Karen

Read Previous

PM Boris Johnson Tetap Pada Rencana Brexit 31 Oktober

Read Next

Harga Emas Turun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *