• 15 Desember 2019

Harga Emas Naik, Siap Catatkan Kenaikan Tahunan Sejak 2010

Harga Emas Naik, Investor Masih Khawatirkan Soal Brexit

Berita EMAS – Harga emas dalam perdagangan diakhir pekan Jumat (29/11/2019) berakhir dengan kenaikan. Meski demikian, harga emas menapaki jalur penurunan dalam kinerja sebulan pada November 2019 sebagai yang terbesar sejak 2016. Pada perdagangan di pasar spot, emas naik 0,1% lebih tinggi menjadi US$1.460,08 per ounce. Harga telah turun sekitar 3,5% bulan ini saja. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka AS  harga emas naik ke $1.459,40 per troy ons.

Para pelaku pasar memilih untuk melihat dan menunggu
perkembangan perundingan dagang AS – China. Hal ini membuat perdagangan emas hanya
bergerak bolak balik saja. Sepinya perdagangan juga tak pelas dari jam
perdagangan yang hanya separuh karena Black Friday.  Sikap pelaku pasar yang demikian ini memang
tidak bisa disalahkan. Lebih-lebih setelah Beijing memberikan pernyataan bahwa
mereka akan mengambil tindakan balasan terhadap Washington karena Donald Trump mengesahkan
undang-undang yang dalam mendukung aksi demonstran Hong Kong.

China pada pekan kemarin, tepatnya di hari Kamis telah memperingatkan
akan mengambil “langkah-langkah balasan yang tegas” dalam menanggapi
undang-undang AS yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong. Menurut
mereka penandatanganan UU tersebut merupakan langkah mundur pada kemungkinan perjanjian
perdagangan, demikian ungkapan kekesalan mereka.

Perkembangan ini membuat investor kembali gusar. Investor sebelumnya
melompat pada kemungkinan bahwa kesepakatan perdagangan “fase-satu” diantara
dua ekonomi terbesar dunia ini dapat segera ditandatangani, mendorong saham
dunia untuk mencapai rekor tertinggi dan mengurangi permintaan untuk aset safe
haven seperti emas. Aksi risk on yang marak, menjadi tertahan. Bursa saham yang
mencetak rekor kenaikannya akhirnya mengalami koreksi. Emas mengambil jalannya
kembali dan naik.

Emas, kini mendapati jalur kembali pada catatan kinerja
tahunan yang terbaik mereka sejak 2010, setelah naik 13,5% sejauh ini di 2019. Ketidakpastian
seputar perang dagang yang berlangsung lama dan kekhawatiran resesi telah
memberikan dukungan. Emas telah berhasil bertahan di atas US$1.450 karena ada
beberapa perburuan murah. Ini adalah level awal yang baik bagi mereka yang
ketinggalan sebelumnya.

Investor mengamati data AS, yang dapat memengaruhi Federal
Reserve AS dalam keputusannya tentang pelonggaran moneter lebih lanjut.
Pengurangan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed telah
membebani harga emas spot. Meskipun potensi koreksi harga emas bisa membuat
turun pada kisaran $1.425 pada akhir tahun ini. ()