• 16 Desember 2019

Harga Emas Masih Tertekan Jelang Keputusan FOMC

Harga Emas Masih Tertekan Jelang Keputusan FOMC

Sehari menjelang Komisi Pasar Bebas Bank Sentral AS, FOMC mengakhiri pertemuan yang diyakini akan memangkas suku bunganya kembali, harga emas di perdagangan bursa berjangka kembali mencatat penurunan secara beruntun.

Bank sentral AS diperkirakan akan mengumumkan penurunan suku bunga seperempat poin persentase ketika pertemuan berakhir pada hari Rabu, dimana investor berfokus pada petunjuk tentang selera pembuat kebijakan untuk pelonggaran lebih lanjut dalam beberapa bulan dan tahun mendatang. Pidato paska pertemuan yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral AS akan menjadi katalis utama pergerakan pasar. Investor menantikan pidato Jerome Powell soal keputusan suku bunga dan pernyataan implisit yang mengindikasikan kebijakan moneter AS di masa depan.

Pada perdagangan Selasa (29/10/2019), emas menetap di level terendah dalam sepekan. Dorongan turun bersumber dari naiknya pasar saham Amerika Serikat yang membuat investor menjauh dari logam mulia.

Risk-on terjadi setelah laporan keuangan emiten di bursa saham AS membuat perjalanan kenaikan harga emas tersandung. Harga tertahan untuk menembus diatas $1500. Dalam jangka pendek, mengingat masih besarnya peluang kenaikan bursa saham, harga emas masih berpotensi mendapatkan koreksi.

Sementara itu, terjadi penurunan permintaan emas fisik yang signifikan ketika festival Diwali berlangsung. Ini juga menjadi sentiment negatif yang mempengaruhi penurunan saat ini. Dilaporkan bahwa permintaan turun sebesar 40% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember di bursa Comex turun $ 5,10, atau 0,3%, menjadi menetap di $ 1,490,70 per troy ons. Sekaligus penyelesaian terendah untuk kontrak paling paling aktif sejak 22 Oktober, demikian menurut data FactSet.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengindikasikan ia berharap untuk menandatangani fase satu dari kesepakatan perdagangan dengan China lebih cepat dari yang diharapkan. Kabar ini mendorong saham-saham naik dan minat investor pada aset yang lebih berisiko naik, risk appetite. Namun, ini bukan dorongan yang kuat, mengingat volume perdagangan masih rendah terkait dengan kenaikan ekuitas untuk rekor tertinggi baru-baru ini.

Hal itu berarti ada kurangnya kepercayaan pada pasar ekuitas ini bergerak naik. Indeks saham A.S. ditutup beragam dalam transaksi hari Selasa karena emas berjangka berakhir, dengan investor mengamati aliran pendapatan perusahaan.

Selain itu, pasar juga  menggaris bawahi perkembangan Brexit. Pemimpin Partai Buruh yang menjadi oposisi saat ini pada hari Selasa mengatakan kepada sesama anggota parlemen mereka mendukung pemilihan awal dilangsungkan karena prospek brexit tanpa kesepakatan nampak mengemuka. Perdana Menteri Boris Johnson dari Partai Konservatif dijadwalkan untuk sekali lagi meminta anggota parlemen untuk menyetujui pemilihan awal pada 12 Desember. ()