Harga Emas Manfaatkan Momentum Safe Haven

Harga emas naik pada perdagangan Senin sejak sesi Asia dan diperdagangkan di atas level kritis $ 1.400 di tengah meningkatnya konflik antara AS dan Iran.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, naik 0,5% pada $ 1,406.55 per ons.

Harga logam kuning ini naik hari ini karena konflik di Timur Tengah mencapai ketinggian baru. Akhir pekan lalu, Iran menembak jatuh pesawat pengintai Amerika dan menuduh AS melakukan serangan dan memata-matai wilayah udara Iran, sementara Pentagon mengatakan bahwa pesawat itu berada di wilayah udara internasional ketika ditargetkan.

Sebelumnya, Pemerintah AS menuduh Iran atas serangan tanker minyak minggu lalu di Teluk Persia, namun Teheran membantah keras keterlibatannya dalam ledakan itu.

Emas sering dianggap sebagai tempat yang aman (aset safe haven) di masa ketidakpastian politik dan ekonomi.

Sementara itu, Federal Reserve AS yang lebih dovish telah mendukung pasar emas sementara konflik perdagangan AS-China terus menekan sentimen investor.

Pekan lalu, bank sentral membuka pintu bagi kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan. Bank Sentral menilai itu dimungkinkan di tengah meningkatnya risiko terhadap ekonomi dari melambatnya inflasi dan ketegangan perdagangan global.

Suku bunga yang lebih rendah membuat aset safe haven seperti emas, yang tidak memberikan yields, lebih menarik saat membebani dolar AS.

Sumber: Topgrowth Futures, Investing.

Read Previous

Konflik Perdagangan AS-Cina Sumber Utama Ketidakpastian Ekonomi Jerman

Read Next

Ifo: Kepercayaan Bisnis Jerman Terendah Sejak 2014

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *