Harga Emas Lanjutkan Penurunan, Waspadai Kenaikan Korban Corona

Harga Emas Lanjutkan Penurunan, Waspadai Kenaikan Korban Corona
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Harga emas melanjutkan penurunan beruntunnya dalam dua perdagangan terakhir di hari Kamis (25/06/2020) oleh penguatan Dolar Amerika Serikat kembali. Meski demikian, dengan kenaikan jumlah korban Corona yang meningkat di AS dan negara-negara lain, menjaga harga emas tetap tinggi dalam sepekan ini.

Dolar AS naik 0,3% sementara Dow Jones dan indeks S&P 500 naik setelah aksi jual terburuk sejak 11 Juni, dipicu oleh percepatan dalam tingkat kasus baru corona.

Peningkatan tajam dalam beberapa
kasus di beberapa A.S. negara bagian secara khusus menciptakan ketidakpastian
tentang memulai kembali bisnis dan bentuk pemulihan ekonomi dari penurunan yang
disebabkan oleh langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran penyakit menular.
Namun, harga untuk emas telah menurun meskipun ada ketidakpastian.

Namun, dengan mempertimbangkan
sejumlah sentiment kedepannya, harga emas diyakini tetap berada dalam tren
kenaikannya. Sentimen tersebut seperti besarnya stimulus moneter yang belum
pernah terjadi sebelumnya secara global, menyebarkan ketidakpastian tentang
A.S. dan pertumbuhan ekonomi global serta kekhawatiran tahun pemilihan AS. Sedikit
alasan untuk melihat harga emas bergerak lebih rendah dalam waktu dekat.

Harga emas untuk kontrak bulan Agustus
turun $ 4,50, atau hampir 0,3%, menetap di $ 1,770.60 per ounce, setelah turun 0,4%
di hari Rabu. Harga pada hari Selasa mencapai tertinggi untuk kontrak paling
aktif sejak 4 Oktober 2012. Untuk minggu ini, emas berjangka masih bisa
mencatat kenaikan sebesar 1%. Indeks dolar tergelincir 0,2% selama seminggu.

Naeem Aslam, dari di AvaTrade, mengatakan
bahwa ada lima faktor utama yang kemungkinan akan mendorong harga emas lebih
tinggi dalam beberapa hari mendatang. Termasuk diantaranya adalah tentang
gelombang kedua wabah corona yang muncul, ketegangan perdagangan antara China
dan AS, kemungkinan pada impor Eropa ke AS, naiknya pengangguran AS, dan
pendapatan perusahaan mendatang yang diyakini akan lemah. Ditambahkan olehnya
bahwa resolusi dalam beberapa masalah itu termasuk ditemukannya vaksin corona dapat
menurunkan harga emas.

Gulir ke Atas