Goldman Sachs : The Fed Akan Memangkas Suku Bunga Di Pekan Depan

Goldman Sachs : The Fed Akan Memangkas Suku Bunga Di Pekan Depan

Goldman Sachs memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunganya di pekan depan, namun dengan melakukan hal tersebut maka The Fed akan membuat sepasang penyesuaian yang bertujuan untuk memberi sinyal bahwa siklus pelonggaran saat ini bisa segera berakhir.

Secara lebih luas pasar mengharapkan para pembuat kebijakan FOMC untuk memberikan persetujuan untuk memangkas suku bunga hingga seperempat poin pada pertemuan pekan depan yang akan membawa suku bunga di kisaran 1.5% hingga 1.75%.

Para ekonom Goldman Sachs menilai The Fed tengah berkutat dalam beberapa opsi untuk menunjukkan bahwa langkah ini yang menjadi pelonggaran kebijakan yang ketiga kalinya di tahun ini, akan memenuhi penyesuaian siklus bank sentral yang telah disinggung oleh Ketua Jerome Powell pada bulan Juli lalu.

Karakterisasi tersebut menimbulkan fluktuasi di Wall Street, namun Powell tetap pada narasinya yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi masih tetap solid, bahkan disaat The Fed telah bergerak untuk sedikit melonggarkan kondisi keuangan.

Dalam melaksanakan kebijakan pemangkasan suku bunganya, para pejabat The Fed mengatakan bahwa sebagian besar mereka merespon kekhawatiran terhadap perlambatan global, kebijakan tarif AS-Cina sekaligus upaya untuk menjinakkan inflasi dari indikasi yang mengatakan bahwa ekonomi AS tengah dalam kesulitan.

Spencer Hill selaku salah satu ekonom di Goldman Sachs dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa sinyal kuat dari kepemimpinan The Fed menunjukkan bahwa penurunan tensi perang dagang secara moderat sejak September lalu, tidak akan menghalangi mereka untuk merampungkan target pemangkasan 75 basis poin.

Sejumlah pejabat FOMC pada pertemuan Septmber lalu, telah menyatakan kekhawatiran bahwa pasar mengharapkan lebih banyak dalam hal penurunn suku bunga daripada kemungkinan yang telah disampaikan oleh The Fed.

Indikasi bahwa siklus penurunan suku bunga telah selesai kemungkinan besar akan datang dari Powell pada konferensi persnya, dan bukan saat menyampaikan pernyataan pasca pertemuan FOMC. Akan tetapi pihak Goldman mengharapkan adanya perubahan penting lain yang tercantum dalam pernyataan The Fed nantinya.

Lebih lanjut Hill menyatakan bahwa pihaknya berharap Powell akan menyampaikan referensi kepada tindakan pelonggaran yang sudah disampaikan, ditambah dengan pedoman yang lebih jelas, dibandingkan hanya dengan menggunakan kalimat “bertindak sepantasnya”, seperti yang digunakan oleh Powell sebelumnya.

Dalam hal ini kemungkinan akan banyak penyesuaian yang akan dilakukan oleh The Fed, termasuk penurunan peringkat konsumsi dari kuat menjadi solid, seiring belanja ritel yang sedikit melemah di bulan September, serta fakta adanya penurunan lebih lanjut di tingkat pengangguran menjadi 3.5% dari 3.7%.

Diperkirakan bahwa Presiden Fed Esther George dari Kansas City dan Eric Rosengren dari Boston juga kemungkinan akan berbeda pendapat, karena keduanya lebih menyukai suku bunga tetap tidak berubah.

Sementara Presiden Fed St Louis, James Bullard diperkirakan lebih memilih kebijakan pemangkasan suku bunga lebih agresif hingga 50 basis poin, sehingga kemungkinan beliau merupakan anggota yang akan menolak penurunan 25 basis poin pada pertemuan pekan depan.

Selain itu Goldman juga tidak mengharapkan FOMC untuk membahas tindakan The Fed baru-baru ini di pasar repo, seiring secara teknis mereka masih terkait dengan penyesuaian kebijakan moneter yang ada saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini