Ming, 17 November 2019

Goldman Sachs : Kekhawatiran Terhadap Resesi Meningkat

Institusi pemberi pinjaman asal AS, Goldman Sachs Group Inc mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap potensi terjadinya resesi akibat Trade War AS-Cina, saat ini mengalami peningkatan dan mereka merasa pesimis bahwa tidak akan tercapai kesepakatan perdagangan diantara kedua negara tersebut sebelum pemilihan presiden AS di tahun depan.

Dalam sebuah catatannya mereka menuliskan bahwa pihaknya memperkirakan kebijakan tarif AS yang menargetkan $300 milliar dari sisa barang impor dari Cina yang ada di daftar, akan diberlakukan seiring masih jauhnya kesepakatan antar kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pada awal bulan ini Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya akan mengenakan tarif 10% terhadap impor Cina senilai $300 milliar di 1 September mendatang, yang mendorong pihak Beijing untuk menghentikan pembelian produk pertanian dari AS.

Selain itu Washington juga menuding Cina sebagai manipulator mata uang, meskipun Cina telah menyangkal bahwa pihaknya telah memanipulasi Yuan untuk keuntungan kompetitif. Goldman Sachs mengatakan pihaknya menurunkan perkiraan pertumbuhan kuartal keempat AS sebesar 20 basis poin menjadi 1.8%, seiring dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya terhadap perkembangan perselisihan perdagangan.

Lebih lanjut tiga ekonom dari Goldman Sachs sepakat bahwa mereka telah meningkatkan dampak pertumbuhan dari trade war tersebut secara keseluruhan.

Hal ini berdasarkan penilaian mereka terhadap meningkatnya biaya input dari adanya gangguan terhadap rantai pasokan yang dapat menyebabkan para perusahaan di AS mengurangi aktifitas domestik mereka, dan selain itu ketidakpastian kebijakan yang saat ini terjadi akibat trade war, berpotensi membuat sektor korporasi di AS menurunkan tingkat belanja modal mereka.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here