• 3 April 2020

FSO : Ekonomi Jerman Tumbuh 0.6% Di Tahun Lalu

Laju ekonomi di negara terbesar Eropa, Jerman dilaporkan tumbuh sebesar 0.6% di tahun 2019 lalu, sebagai laju eskpansi terlemahnya sejak 2013 silam, seiring para produsen yang bergantung pada laju ekspor negara tersebut tengah menghadapi peningkatan hambatan akibat perselisihan perdagangan serta berkurangnya laju permintaan dari pasar luar negeri.

Perkiraan awal, yang dirilis pada hari Rabu oleh Kantor Statistik Federal, sejalan dengan jajak pendapat Reuters para analis dan mengikuti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di 1.5% pada tahun 2018 lalu.

Albert Braakmann selaku pejabat di Federal Statistics Office, mengatakan bahwa data ini berarti bahwa ekonomi Jerman terus menunjukkan pertumbuhan dalam sepuluh tahun berturut-turut, yang merupakan periode pertumbuhan terpanjang sejak terjadinya penyatuan antara Jerman Barat dan Jerman Timur.

Laju konsumsi swasta yang lebih kuat, tingkat pengeluaran negara yang lebih tinggi serta sektor konstruksi yang mengalami booming telah membantu memberikan dukungan bagi laju pertumbuhan di tahun lalu saat para produsen tengah mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitasnya.

Sementara itu salah seorang analis di Deka Bank, Andreas Scheuerle mengatakan bahwa ekonomi Jerman telah mengakhiri tahun yang luar biasa lemah yang diakibatkan oleh perselisihan kebijakan tarif serta ketidakpastian Brexit, dan tanpa pertumbuhan permintaan domestik yang kuat maka ekonomi Jerman akan memasuki resesi.

Federal Statistics Office juga menyebtukan bahwa surplus anggaran di sektor publik, termasuk negara bagian federal, kota dan sistem jaminan sosial, mengalami penurunan menjadi 49.8 milliar Euro atau sekitar $55.4 milliar atau setara dengan 1.5% dari PDB, setelah di tahun sebelumnya mencapai 62.4 milliar Euro atau 1.9% dari PDB.

Koalisi yang berkuasa Kanselir Angela Merkel berselisih tentang bagaimana membelanjakan surplus anggaran pemerintah federal sebesar 13.5 milliar Euro. Sedangkan kaum konservatif justru menyerukan adanya pemotongan pajak perusahaan, saat Menteri Keuangan Olaf Scholz justru memberikan dukungan bagi investasi publik yang lebih banyak.

Untuk ekspor dilaporkan naik tipis sebesar 0.9% di tahun lalu setelah mencatat kenaikan 2.1% pada 2018 sebelumnya, sementara impor juga mencatat kenaikan 1.9% setelah melonjak sebesar 3.6% di tahun sebelumnya.

Data ini berarti mencerminkan laju perdagangan bersih telah berkurang 0.4 poin persentase dari laju pertumbuhan Jerman, sedangkan aktifitas domestik berkontribusi sebesar 1.0 poin persentase, sehingga meninggalkan tingkat pertumbuhan keseluruhan sebesar 0.6%.

Konsumen Jerman baru-baru ini diuntungkan oleh lapangan kerja yang tinggi, kenaikan gaji yang tinggi, dan biaya pinjaman yang rendah.

Sedangkan sektor konstruksi mendapatkan dorongan dari laju pertumbuhan populasi dan kebijakan suku bunga nol persen dari European Central Bank. Untuk tingkat produksi di sektor manufaktur, yang menyumbang seperempat dari output ekonomi Jerman, dilaporkan turun 3.6% akibat dari lemahnya produksi di industri otomotif.

Pada akhir bulan ini pemerintah Jerman akan memperbarui perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, meskipun para pejabat telah memberikan isyarat mengenai tidak adanya perubahan besar terhadap perkiraan sebelumnya di musim gugur lalu.(