• 5 April 2020

Flash PMI Inggris Mengalami Lonjakan Ke Level Tertinggi Sejak 2018

Flash PMI Inggris yang diawasi secara ketat untuk melihat sejauh mana aktifitas bisnis mampu memberikan sinyal kekuatan ekonomi Inggris, dilaporkan melonjak ke level tertinggi sejak 2018 lalu, sehingga meninggalkan prospek untuk pemotongan suku bunga Bank of England di pekan depan yang sangat bergantung terhadap keseimbangan ekonomi.

IHS Markit’s flash index untuk output seluruh sektor ekonomi Inggris melonjak menjadi 52.4 seiring perusahaan-perusahaan yang mengutip berkurangnya ketidakpastian politik setelah kemenangan pemilihan oleh Boris Johnson yang menentukan.

Purchasing Managers Indexes menjadi faktor kunci dalam perdebatan mengenai pelonggaran kebijakan Bank of England di bulan ini, yang memberikan penilaian terhadap ekonomi terbaru setelah kemenangan Partai Konservatif pada 12 Desember lalu.

Data yang lebih tinggi dari perkiraan dan diatas level yang dinilai oleh para ekonom cukup untuk mencegah terjadinya penurunan suku bunga, namun para pedagang masih bertaruh lebih besar 50% terhadap peluang kebijakan tersebut. Salah satu alasan adanya perdebatan mengenai perlunya pelonggaran kebijakan adalah bahwa pejabat bank sentral telah memberikan indikasi bahwa laporan yang mereka terima bisa terbukti memberikan sikap yang kritis.

Lembaga Markit mengatakan data komposit yang dirilis pada hari ini, cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan kuartalan sekitar 0.2% dan ini menjadi kabar baik bagi Johnson untuk bersiap membawa Inggris keluar dari Uni Eropa secara resmi di pekan depan.

Chris Williamson selaku kepala ekonom di Markit, mengatakan bahwa tampaknya kenaikan data PMI telah membunuh prospek penurunan suku bunga dalam waktu dekat, seiring para pembuat kebijakan telah mengambil pendekatan wait & see, di saat mereka menilai kinerja ekonomi pasca Brexit.

Saat penurunan suku bunga di bulan ini dinilai sebagai sesuatu yang tidak mungkin di awal tahun ini, serangkaian data yang lemah serta komentar dovish dari para pembuat kebijakan telah mendorong spekulasi mengenai langkah kebijakan tersebut.

Sebelumnya dua dari sembilan pejabat Bank of England telah memilih untuk pelonggaran, sementara pejabat lainnya termasuk Gubernur Mark Carney, telah mengindikasikan bahwa mereka akan mencermati setiap data sebelum mengambil keputusan.

Kepala valas Eropa di Toronto-Dominion Bank, Ned Rumpeltin mengatakan bahwa pada akhirnya pihaknya berpikir bahwa jumlah total dari data ekonomi terbaru Inggris secara keseluruhan akan cukup untuk memotivasi pemangkasan di pekan depan.

Data PMI sebelumnya dikritik karena terlalu sensitif terhadap perkembangan politik, sementara Carney mengatakan pada tahun lalu bahwa mereka dapat menjadi indikator yang menyesatkan dari output ekonomi di saat terjadi ketidakpastian secara ekstrim.(