Euro Melanjutkan Reli Di Sesi Eropa

0
Euro Melanjutkan Reli Di Sesi Eropa

Menyusul adanya berita serangan cyber yang menyerang jaringan online dari Kementerian Pertahanan serta dua bank komersial Ukraina, pergerakan mata uang Euro sempat mengalami tekanan di sesi pembukaan perdagangan waktu Asia.

Sebelumnya mata uang tunggal tersebut telah mengalami reli pasca adanya laporan penarikan pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina, yang memberi angin segar bagi mata uang berisiko untuk menguat sejak sesi perdagangan waktu AS semalam.

Pada hari Selasa waktu Moskow kemarin, Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan sebuah rekaman yang menunjukkan bahwa mereka menarik sejumlah pasukan Rusia untuk kembali ke pangkalan setelah disebut telah merampungkan latihan militer, namun Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS belum memverifikasi langkah tersebut.

Namun beberapa jam setelah pihak Moskow mengeluarkan pengumuman tersebut, pihak Ukraina mengatakan bahwa jaringan online dari Kementerian Pertahanan serta jaringan dari dua bank komersial mengatakan bahwa mereka cukup kewalahan menghadapi serangan dunia maya.

Pada sesi pembukaan perdagangan waktu Asia pagi hari tadi, pergerakan mata uang Euro sedikit mengalami kelemahan, setelah mengalami lonjakan sebesar 0.45% di sesi perdagangan sebelumnya.

Pasca laporan penarikan pasukan Rusia dari perbatasan, mayoritas aset berisiko termasuk mata uang non safe haven mencatat kenaikan, dan sebaliknya mata uang Yen Jepang melemah terhadap Dollar.

Dalam sebuah catatannya, seorang analis di Westpac mengatakan bahwa greenback menurun di sesi perdagangan semalam seiring premi risiko geopolitik Ukraina keluar dari pasar, namun ekspektasi siklus kenaikan suku bunga The Fed yang agresif harus menjaga basis untuk menjaga indeks Dollar di tempatnya.

The Fed siap untuk menaikkan suku bunga acuan mereka pada pertemuan kebijakan Maret, dan kemungkinan akan memulai program kenaikan yang cukup cepat, sekaligus juga mendukung imbal hasil obligasi acuan AS.

Pada pekan ini para pejabat The Fed telah berdebat secara terbuka mengenai seberapa agresifnya untuk mulai menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di bulan Maret mendatang, menyusul Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard menegaskan seruan untuk laju kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat.

Akan tetapi pejabat The Fed lainnya nampaknya kurang bersedia untuk berkomitmen terhadap kenaikan sebesar 50 basis poin, dengan adanya kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat menyebabkan masalah.

Selain itu hampir dua pertiga responden dalam jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, memperkirakan bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di pertemuan bulan Maret mendatang, yang akan menjadi bank sentral pertama yang menaikkan suku bunganya pada tiga pertemuan kebijakan berturut-turut sejak 1997 silam.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here