fbpx

Euro Didukung Proposal Perancis – Jerman

Euro Didukung Proposal Perancis – Jerman
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Mata uang Euro bergerak ke kisaran lebih tinggi di sesi perdagangan hari ini seiring proposal antara Perancis-Jerman terkait dana bersama yang memungkinkan kawasan tersebut semakin dekat dengan kebijakan serikat fiskal yang mendukung permintaan untuk mata uang Euro.

Namun demikian masih ada sedikit hambatan bagi kenaikan lanjutan mata uang Euro, yaitu dukungan terhadap Swiss Franc menyusul sejumlah investor pasar mata uang yang menunjukkan keengganan mereka terhadap aset risiko.

Saat ini mata uang Euro masih cukup stabil guna mendekati level tertingginya dalam dua pekan terakhir yang berhasil dicapai pada Selasa kemarin.

Namun secara keseluruhan pergerakan mata uang Euro cenderung tidak berada dalam volatilitas yang besar dalam pergerakan pasar dalam kondisi saat ini.

Jika merujuk pada proposal antara Perancis-Jerman, John Velis selaku ahli strategi Valas di BNY Mellon mengatakan bahwa ini merupakan tanda bahwa para pemain utama semakin serius dalam mendorong batas-batas untuk menuju kepada sesuatu yang mereka pikir akan dibutuhkan, seperti pengeluaran fiskal di seluruh kawasan Euro untuk mengimbangi biaya krisis yang tengah terjadi saat ini.

Pada Senin kemarin pihak Perancis dan Jerman mengusulkan Dana Pemulihan 500 miliar Euro ($543 miliar) untuk menawarkan hibah kepada negara-negara dan sektor-sektor di wilayah Euro yang paling terpukul oleh pandemi virus corona serta untuk memungkinkan pinjaman oleh Komisi Eropa atas nama Uni Eropa.

Sementara skala dana yang diusulkan relatif kecil dibandingkan dengan ukuran beberapa ekonomi Eropa yang lebih besar, proposal tersebut telah mengurangi beberapa tekanan jual pada Euro oleh dana lindung nilai yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Seiring para investor yang tengah menunggu risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve yang terakhir lalu, volatilitas di pasar mata uang secara lebih luas justru turun hingga ke level terendahnya dalam lebih dari dua bulan terakhir.

Sementara itu kepala Reserve Bank of New Zealand, Adrian Orr mnunjukkan sikap sedikit menahan diri dari kemungkinan suku bunga negatif, yang mana ini merupakan prospek yang terus disuarakan oleh beliau dalam beberapa hari terakhir, sehingga hal ini memberikan dukungan bagi mata uang NZD.(

Gulir ke Atas