• 16 Desember 2019

Euro Berupaya Pulih Terhadap Poundsterling Di Sesi Eropa

Euro Berupaya Pulih Terhadap Poundsterling Di Sesi Eropa

Jika melihat nilai tukar Euro terhadap Poundsterling pada perdagangan kemarin, yang menempatkan pemulihan yang cukup solid dari kejatuhan sebelumnya di awal pekan, namun demikian pasangan mata uang ini tidak mampu memulihkan semua kerugian yang dialami di perdagangan Senin lalu.

Dengan begitu para investor sepertinya ragu untuk melakukan aksi beli Euro sebelum mendapatkan katalis yang pasti dari data kunci Eurozone. Sementara data ekonomi Eurozone di pekan ini, dinilai belum cukup untuk membuat Euro mendapatkan daya tarik beli dari para pelaku pasar.

Di lain pihak para investor juga masih enggan untuk melepas Poundsterling dalam jumlah banyak sebelum mendapatkan hasil jajak pendapat pemilihan umum di Inggris. Mata uang tunggal Euro sempat pulih pada sesi perdagangan kemarin, namun kenaikan sedikit terbatas seiring masih adanya kekahwatiran mengenai prospek ekonomi Eurozone serta serta menguatnya nilai tukar mata uang pesaingnya seperti Poundsterling dan US Dollar.

Hasil laporan mengenai tingkat kepercayaan konsumen Perancis di bulan ini dirilis lebih besar dari perkiraan, mampu menjadi faktor yang membuat Euro sedikit bertahan dari berlanjutnya tekanan dari Poundsterling dan Greenback.

Tingkat kepercayaan konsumen Perancis sebelumnya diperkirakan melambat dari 104 menjadi 103 oleh para analis, namun justru sebaliknya secara tidak terduga justru meningkat ke 106. Kenaikan ini mengikuti data kepercayaan konsumen Jerman yang juga dirilis di angka yang lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan data tersebut para pelaku pasar berharap adanya peningkatan kepercayaan konsumen Eurozone mampu membantu untuk meningkatkan aktifitas ekonomi dan membantu memacu kawasan itu untuk pulih dari perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.

Perlambatan pertumbuhan yang dialami Eurozone telah memberikan tekanan besar bagi mata uang Euro hingga ke posisi terendahnya. Pulihnya Euro terhadap Poundsterling di sesi perdagangan kemarin, sebagian besar terjadi karena reaksi terhadap jajak pendapat baru di Inggris, yang menunjukkan bahwa Partai Buruh selaku oposisi Inggris mampu mendapat momen untuk menutup celah di tengah mayoritas Partai Konservatif yang berkuasa.

Menyusul dua jajak pendapat yang menopang Partai Buruh dalam dua hari terakhir, para investor merasa cemas bahwa parlemen Inggris yang saat ini masih digantung, tersisih di pemilihan pada bulan depan. Dengan berubahnya parlemen saat ini, kemungkinan menyebabkan timbulnya kembali ketidakpastian seputar Brexit, bahkan berpotensi mengarah kepada Brexit yang relatif lebih cepat.

Sesaat setelah hasil jajak pendapat tersebut dirilis, Poundsterling mengalami koreksi terhadap Euro akibat dari keraguan investor yang pada akhirnya memilih untuk melepas GBP. Jika jajak pendapat pemilu mendatang terus menunjukkan bahwa oposisi Partai Buruh menutup celah pada Konservatif, maka EURGBP berpotensi naik di tengah kekhawatiran baru seputar ketidakpastian politik Inggris.(