• 7 April 2020

Emas Turun Ketika Stimulus Berlanjut Untuk Mendukung Ekonomi

Berita Emas Terbaru – Harga emas turun pada perdagangan di bursa komoditi logam hari Selasa (10/3) di Asia karena laporan bahwa negara-negara termasuk AS dan Jepang mungkin segera mengumumkan langkah-langkah pelonggaran untuk mendukung ekonomi lebih lanjut ditengah merebaknya wabah corona yang kian meluas hingga keseluruh dunia.

Emas Berjangka untuk pengiriman April turun 1,0% menjadi $1,658.50 pada pukul 1:30. Harga emas safe-haven melonjak pada Senin di tengah kekhawatiran atas penyebaran global Covid-19.

Logam mulia mengembalikan sebagian kenaikannya hari ini setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia akan mengumumkan “bantuan yang sangat besar” segera untuk memerangi dampak wabah. Langkah-langkah dapat mencakup pemotongan pajak gaji potensial.

Sementara itu, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa “Saat ini kondisi pasar keuangan global “sangat tidak stabil” dan sebagai dampak ekonomi dari epidemi wabah virus corona yang terus meluas hingga ke seluruh dunia.

Perdana Menteri Shinzo Abe juga menyatakan keadaan darurat bagi ekonomi Jepang atas dampak penyebaran corona karena Abe terus-menerus menuai kritik atas penangannya terhadap penyakit tersebut menjelang Olimpiade Tokyo.

Pasar membuat gerakan gugup di tengah ketidakpastian prospek ekonomi global. Berdasarkan perjanjian yang dibuat antara negara-negara G7 dan G20, pemerintah akan bekerja sama dengan BOJ dan pihak berwenang dari negara lain untuk merespons secara tepat, ”kata Abe dalam pertemuan dengan para eksekutif partai yang berkuasa pada hari Selasa.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin juga mengatakan Gedung Putih akan bertemu dengan para eksekutif bank minggu ini sebagai tanda pemerintah AS sedang mempersiapkan banyak langkah untuk melunakkan pukulan dari penyebaran virus tersebut.

The Fed juga menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan sebagai tanda tekanan pembiayaan yang mendasari ekonomi terbesar di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Senin bahwa situasi wabah virus dapat “menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik” untuk banyak negara, karena kasus-kasus global yang dikonfirmasi mencapai 110.000 sementara kematian melebihi 3.800.