• 15 Desember 2019

Emas Rebound, Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Masih Menjadi Fokus

Emas Rebound, Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Masih Menjadi Fokus

Harga Emas – harga emas rebound secara moderat pada hari Selasa (26/11/2019), dimana para investor terus angka kepercayaan konsumen dan pembicaraan perdagangan AS-China. Emas untuk pengiriman Desember di Comex naik $ 3,40, atau 0,2%, menjadi $ 1,460,30 per ounce, setelah pembukaan sebagian besar datar. Harga emas berusaha menembus level support di $ 1.450 beberapa kali setelah turun dari $ 1.500.

Pelaku pasar memantau perilaku konsumen
AS menjelang Black Friday, sebagai awal tradisional musim belanja liburan, yang
dimulai sehari setelah Thanksgiving. Data baru menunjukkan kepercayaan konsumen
AS turun untuk bulan keempat berturut-turut di November, menarik indeks
kepercayaan konsumen turun ke 125,5 dari revisi 126,1 pada Oktober, gambaran
keseluruhan ekonomi AS masih terlihat sehat. Nada konsumen cukup baik, yang
menjadi pertanda baik untuk liburan dan harus baik untuk angka penjualan.

Namun demikian, harga emas
mendapat tekanan besar pada minggu ini, dimana sentiment negatif bersumber dari
optimisme atas tercapainya kesepakatan parsial untuk menyelesaikan sengketa
perdagangan AS dan China. Meski saat ini belum memiliki kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump
mengatakan bahwa Washington dan Beijing mendekati kesepakatan perdagangan. Disisi
lain, ia menawarkan dukungan untuk Hong Kong setelah partai-partai
pro-demokrasi mencetak kemenangan dalam pemilihan akhir pekan.

Negosiator Tiongkok dan AS
sepakat dalam pembicaraan menuju kesepakatan “tahap pertama” awal,
kata Kementerian Perdagangan China. Pihak kementerian juga mengatakan bahwa Wakil
Perdana Menteri Liu He, selaku negosiator utama negara itu, telah berbicara
melalui telepon dengan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri
Keuangan Steven Mnuchin. Pembicaraan ini digambarkan oleh Kantor Berita Xinhua menitik
beratkan pada penyelesaian masalah yang menyangkut masalah utama masing-masing.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, menguraikan pandangan optimis tentang ekonomi AS tetapi mengisyaratkan bahwa inflasi yang rendah kemungkinan akan menjaga suku bunga rendah. ()