• 7 April 2020

Emas Rebound Ditengah Aksi Jual & Kekhawatiran Corona

Berita Emas Terbaru –  Pada perdagangan di bursa komoditi logam hari Jumat (28/2), emas terpantau berada kurang dari level $1.650 dikarenakan ada aksi ambil untung dalam mencegah logam mulia ini mendapatkan kembali energy untuk melonjak ke degree tertinggi dan ditengah kekhawatiran epidemi wabah corona yg kini telah menyerang hampir di seluruh dunia.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, ditutup turun sebatas 60 sen menjadi $1.642.50 per oz.

Namun kenyataannya, emas naik $1.20, / 0,1%, menjadi $1.640,78 per ons dan masih berada kurang dari level $1.650.

Emas berjangka kemungkinan akan meraih support pada level $1.619,30 dan opposition pada $1.686,60.

Di Wall Road, tiga indeks saham utama turun masing-masing sekitar 3%. Goldman Sachs (NEW YORK STOCK EXCHANGE: NYSE:GS) mengatakan perusahaan-perusahaan SINCE tidak mungkin menghasilkan pertumbuhan pendapatan pada tahun 2020 karena dampak dari disease covid-19 terus meluas hingga ke seluruh dunia.

Virus ini sekarang menyebar lebih cepat di luar Cina daripada di di dalam, memicu kekhawatiran bahwa dampak ekonomi dari pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan serta penurunan permintaan mungkin jauh lebih besar dari yg diperkirakan sebelumnya.

Upaya untuk menahan wabah sudah melumpuhkan sebagian besar redovisning China, yang perlahan-lahan kembali normal. Ada kekhawatiran yakni negara-negara lain dapat menghadapi masalah yang sama oleh penyebaran virus di seluruh dunia.

Dengan anjloknya Wall Street, beberapa analis dikejutkan penurunan harga emas, yang sejauh ini terlihat sebagai lindung nilai terbagus untuk krisis.

Emas hanya naik sedikit karena ketakutan wabah bertemu dengan aksi ambil untung. Banyak yg memperkirakan logam kuning berpeluang naik kembali ke gaya tertinggi dalam tujuh tahun yang hampir mencapai $1.700 per ons dalam hari Senin lalu.

Emas akan didukung ketakutan pandemi, stimulus bank sentral serta pemerintah, kecemasan perdagangan, serta ketidakpastian politik, emas masih berpeluang naik ke degree $1.700 per ons selama beberapa minggu ke depan karena wabah disease semakin memburuk.

Penurunan nilai logam mulia, termasuk didalamnya perak, platinum, serta paladium yang semuanya pada bawah tekanan. Namun masih ada yang mengharapkan emas kembali naik di tengah taruhan bahwa Federal Hold akan melakukan pemangkasan suku bunga guna melindungi redovisning AS dari dampak disease covid-19.

The Given baru saja mengakhiri siklus pelonggaran pada bulan Desember setelah memangkas suku bunga selama tiga bulan di dalam tahun 2019.

Berita itu dirilis beberapa quickly pull setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan rendahnya risiko virus corona menginfeksi ke Amerika. Trump mengumumkan semalam bahwa Wakil Presiden Mike Pence akan bertanggung jawab atas penanganan SINCE terhadap wabah virus tersebut.

Beberapa pedagang memperingatkan bahwa safe haven status yang ditetapkan untuk aset AS bukan dijamin dan sentimen suceder dapat dengan cepat berbalik melawan greenback jika infeksi corona mulai meningkat dengan cepat pada Amerika Serikat.