• 31 Maret 2020

Emas Rebound, Berharap Langkah FED Mengurangi Gangguan Ekonomi

Berita EMAS – Dalam awal perdagangan sesi Asia hari Rabu (18/03/2020) harga emas naik kembali karena langkah-langkah Federal Reserve AS untuk meningkatkan likuiditas di pasar meredakan beberapa kekhawatiran atas gangguan pada ekonomi global dan potensi krisis keuangan karena wabah Corona. Dipasar spot, harga emas naik 0.7% menjadi $ 1.538,63 per troy ons. Dalam perdagangan di bursa berjangka AS, harga  naik 0,8% menjadi $ 1.538 per troy ons.

Pada hari Selasa, The Fed mengatakan
akan mengembalikan dana Fasilitas yang digunakan selama krisis keuangan 2008
untuk mendapatkan kredit langsung ke bisnis dan rumah tangga karena
kekhawatiran  akan krisis likuiditas akibat
virus telah berkembang dalam beberapa hari terakhir. Keputusan ini memberikan
dukungan bagi harga Obligasi AS tenor 10 tahun dimana sebelumnya imbal hasilnya
naik mendekati posisi tertinggi dalam dua minggu ini di hari Selasa.

Disisi lain, pemerintahan Trump sedang
mengejar paket stimulus sebesar $ 1 triliun yang dapat digunakan untuk mengirimkan
cek senilai $ 1.000 ke warga Amerika dalam waktu dua minggu untuk menopang perekonomian
yang terkena virus. Langkah serupa juga dilakukan oleh pemerintah Inggris yang meluncurkan
skema pinjaman baru untuk guna menjembatani keuangan jangka pendek bagi para
pelaku bisnis besar yang dirugikan oleh penyebaran coronavirus, yang akan
dijalankan dan didanai oleh Bank of England.

Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo
Abe akan membentuk panel ekonomi atas sejumlah menteri dan Gubernur Bank of
Japan untuk membahas langkah-langkah untuk menopang ekonomi yang terkena dampak
dari epidemi, demikian menurut Reuters dari sebuah sumber resmi di pemerintahan
yang mengetahui langsung masalah tersebut.

Dalam perkembangan kasus Corona
di China, terjadi penurunan tajam dalam jumlah kasus-kasus baru yang terinfeksi
virus. Warga China juga mulai Nampak kembali ke mal dan restoran meski sebagian
besar masih cukup hati-hati dan tetap menjauhi kerumunan. Hingga hari Selasa, jumlah
kasus corona di seluruh dunia melewati angka 187.000, sementara korban tewas
lebih dari 7.400; dimana ada lagi kasus baru dan kematian di luar daratan Cina.

Data ekonomi terkini menunjukkan
bahwa suasana hati para investor Jerman merosot di bulan Maret ke level terakhir
yang terlihat pada awal krisis keuangan dunia pada tahun 2008 karena alarm pada
dampak ekonomi dari wabah terbesar di Eropa, demikian menurut survei oleh ZEW.
Sementara angka penjualan ritel AS turun paling banyak dalam setahun dibulan Februari
dan epidemi ini diperkirakan akan menekan penjualan di Indonesia dalam beberapa
bulan ke depan, yang dapat memperkuat ekspektasi ekonom akan adanya resesi yang
dipimpin konsumen pada kuartal kedua.