• 16 Desember 2019

Emas Pertama Kali Naik Dalam Lima Sesi Terakhir

Emas Pertama Kali Naik Dalam Lima Sesi Terakhir

Harga emas membukukan kenaikan pertama mereka dalam lima sesi perdagangan terakhir di hari Rabu (13/11/2019). Ketidakpastian atas prospek kesepakatan perdagangan AS-China dan hari pertama proses impeachment publik terhadap Presiden Donald Trump membantu mendukung permintaan atas emas. Harga emas di bursa Comex naik $ 9,60, atau 0,7%, berakhir di $ 1,463,30 per troy ons.

Kombinasi sentiment tersebut terbukti sukses memukul kembali perdagangan emas dan beranjak dari wilayah oversold. Investor juga mengamati perkembangan dalam sidang impeachment DPR. Namun proses pemakzulan ini memang kurang memengaruhi perdagangan emas. Jika melewati Senat maka kita dapat mulai menganggapnya serius.

Investor juga menimbang kesaksian Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell di depan Kongres. Powell mengatakan bahwa suku bunga ditahan tanpa adanya kemunduran material ekonomi. Dia menegaskan bahwa kebijakan tetap tepat kecuali perubahan material dalam prospek ekonomi.

Meskipun emas naik pada perdagangan hari ini, namun masih berakhir di bawah kisaran harga $ 1.480 – $ 1.560 per troy ons. Sebagaimana kita tahu bahwa kisaran ini berlaku dalam beberapa bulan terakhir, yang menunjukkan lebih banyaknya jeda daripada perubahan sentimen. Hal-hal tersebut bisa berubah tergantung pada apa yang terjadi pada audiensi kongres.”

Untuk saat ini, investor nampak melakukan aksi risk off, menyusul pernyataan Trump dalam pidatonya di New York pada hari Selasa. Trump berusaha meyakinkan agar AS tidak begitu tertarik untuk menghapus tarifnya pada impor Cina. Sementara Cina bersikeras bahwa tarif oleh A.S. harus dihapus untuk mendapatkan kesepakatan perdagangan fase satu. Jadi sama sekali tidak mengherankan bahwa persepsi pasar tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia telah menurun dalam beberapa hari terakhir.

Upaya Trump melakukan intervensi verbal pada Bank Sentral AS menjadi pijakan harga emas. Sebagaimana disinggung Trump dalam sambutannya kepada para ekonom di New York, katanya. “Banyak yang merasa Powell telah dan akan terus bersandar pada kebijakan moneter AS karena sebagian dari pemukulan Trump terhadapnya dan The Fed karena tidak menurunkan suku bunga lebih lanjut.”

Suku bunga yang lebih rendah dapat menekan dolar AS dan memberikan dukungan untuk harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar. ()