• 20 Januari 2020

Emas Naik, Meski Saham Dan Dolar AS Menguat

Fundamental Emas – Harga emas naik dalam perdagangan hari Kamis (02/01/2020), melanjutkan kenaikan dalam tujuh berturut-turut. Harga berakhir pada level tertinggi selama lebih dari tiga bulan.

Kenaikan harga emas saat ini terjadi ditengah penguatan bursa saham AS dan dolar yang mengalami rebound. Setelah emas mencetak kenaikan harga dalam satu tahun terbesar sejak 2010, para investor tetap melakukan pembelian emas untuk melakukan safe haven. Mereka percaya bahwa perlambatan ekonomi global akan membuat sejumlah bank sentral menerbitkan moneter yang longgar.

Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh People’s Bank of China pada hari Rabu (01/01/2020). Mereka mengatakan akan mengurangi porsi deposito yang harus disisihkan oleh bank-bank komersial sebagai cadangan. PBOC akan melepaskan miliaran dolar ke sistem keuangan untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Februari di Comex naik $ 5, atau 0,3%, menjadi $ 1.528,10 per ounce. Itu adalah penyelesaian tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 24 September, dan kenaikan tujuh sesi adalah kenaikan beruntun terpanjang sejak yang berakhir 7 Juni, menurut data FactSet. Harga emas naik 18,9% pada 2019, kenaikan tahunan terbesar sejak kenaikan 29,7% pada 2010. Perak naik 15,5% pada 2019, kenaikan persentase tahun kalender terbesar sejak 2016.

Harga emas, yang telah dikonsolidasikan pada musim gugur setelah kenaikan kuat sebelumnya pada 2019, mendapatkan kembali momentum pada leg terakhir 2019, mendorong kembali di atas $ 1.500 per ounce. Kenaikan harga emas masih akan berlanjut dimana dari proyeksi harga tahunan, pada akhirnya, harga yang lebih tinggi kemungkinan terjadi dari tahun ke tahun. Sejumlah faktor fundamental mendukung kenaikan lebih lanjut.

Secara teknis, benih dari kenaikan baru-baru ini telah ditaburkan emas mampu meninggalkan band kompresi volatilitas rendah yang menahan harga antara $ 1.450 dan 1.480 selama hampir dua bulan. Pergerakan harga yang demikian ini memberikan sinyal arah yang jelas.

Selain itu, secara tradisional pada semester pertama setiap tahun sering memberikan sentiment positif untuk emas. Adanya peningkatan permintaan emas, khususnya perhiasan emas menyambut Tahun Baru dan Imlek.

Para investor mengantisipasi pergerakan ini dan sekarang bergerak ke bagian akhir tahun ini. Pelemahan Dolar AS adalah elemen positif lain untuk emas karena dolar berkorelasi negatif dengan emas.