Emas Mendekati $1.600, Selera Investor Meningkat

Emas Mendekati $1.600, Selera Investor Meningkat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Fundamental Emas – Mengawali perdagangan dalam pekan ini, pada Senin (06/01/2020), harga emas meroket mendekati $1.600 sebelum berakhir di posisi tertinggi sejak April 2013. Selera investor meningkat atas asset safe haven, setelah pembunuhan Mayor Jendral Qassem Solaemani pada akhir pekan lalu. Serangan AS di Bandara Bagdad juga menewaskan pejabat tinggi militer Irak. Kekhawatiran pasar merebak sepanjang akhir pekan.

Harga emas dalam perdagangan di bursa berjangka untuk kontrak penyelesaian bulan Februari naik $ 16,40, atau naik 1,1%, dan menetap di $ 1,568,80 per ounce. Harga bahkan sempat menyentuh $ 1,590,90 ditengah sesi perdagangan. Harga penutupan ini merupakan yang tertinggi sejak 9 April 2013, menurut data FactSet.

Catatan kenaikan ini juga merupakan yang kesembilan kali berturut-turut, sebagai periode kenaikan lurus terpanjang sejak 11 hari beruntun yang berlangsung dari Desember 2018 hingga Januari 2019. Pada minggu lalu, harga emas ini naik 2,3%, tercatat sebagai kenaikan mingguan kedua.

Sejarah menunjukkan bahwa lonjakan besar harga di tengah volatilitas yang lebih tinggi cenderung menghasilkan puncak pasar jangka pendek lebih cepat daripada kemudian, setelah lonjakan awal.  Ini berarti dalam beberapa hari mendatang pasar emas dapat menempatkan ‘top-term’ dalam waktu dekat yang akan berlangsung untuk periode waktu yang moderat.

Bagi para investor jangka panjang, penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga yang kuat baru-baru ini bisa menjadi ‘pelemahan’ secara teknis pada laju naik dari tingkat perdagangan baru-baru ini. Hal ini sekaligus mengisyaratkan adanya kenaikan harga yang lebih besar bisa terjadi dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, atau lebih lama.

Harga emas diuntungkan dari meningkatnya ketegangan politik lebih-lebih ketika Dolar melembut, dimana investor beralih ke franc Swiss dan yen Jepang. Indeks Dolar AS turun 0,2% ke 96,661, melakukan penurunan mingguan dalam dua minggu terakhir.

Kedepannya, emas diperkirakan masih akan bullis. Pun demikian investor layak berhati-hati untuk tidak menyikapi aksi ambil untung yang bisa terjadi dalam waktu dekat. Kekhawatiran geopolitik biasanya bisa mereda sementara. Aksi beli dapat dilakukan karena pertimbangan nilai dolar yang terus melemah dan imbal hasil obligasi AS yang terus turun.

Gulir ke Atas