Emas Masih Berpotensi Mengalami Tekanan Jual Di Pasar

Emas Masih Berpotensi Mengalami Tekanan Jual Di Pasar

Komoditas Emas mengalami kerugian terbesar dalam perdagangan mingguan dalam lebih dari dua tahun terakhir, seiring kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Cina yang memberikan tekanan terhadap laju permintaan safe haven.

Harga spot bullion bergerak 3% lebih rendah di pekan ini, mencatat penurunan terbesarnya sejak Mei 2017 setelah harga komoditas tersebut merosot tajam di sesi perdagangan Kamis kemarin seiring Washington dan Beijing bergerak semakin dekat kepada kesepakatan fase pertama. Sementara komoditas perak juga mengalami penurunan sebesar 6.1% sejak perdagangan di awal pekan ini.

Emas tetap dipertahankan di sepanjang tahun ini oleh gesekan yang ditimbulkan oleh konflik perdagangan, penurunan suku bunga dari The Fed serta laju permintaan yang dari para investor dan bank sentral. Ketiga faktor ini yang saat tengah dipatahkan oleh perjanjian awal dari dua negara ekonomi terbesar dunia, menyusul kesepakatan antara kedua belah pihak yang sepakat untuk menghentikan kebijakan kenaikan tarif sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengakhiri perang perdagangan kedua negara.

Pada saat yang sama, bank sentral AS baru-baru ini mengindikasikan bahwa setelah tiga kali penurunan suku bunga, para pejabat dewan kebijakan memutuskan untuk menghentikan laju pelonggaran moneternya.

Australia & New Zealand Banking Group Ltd dalam laporannya mengatakan bahwa aset safe haven tertekan di tengah risk-on di pasar, dan mencatat bahwa harga Emas mencatat penurunan sekitar $20 hanya dalam beberapa saat di sesi perdagangan kemarin.

Kerugian yang diderita oleh komoditas Emas ini semakin diperparah oleh adanya berita bahwa bank sentral Cina, yang menjadi acuan dalam hal akumulasi permintaan terhadap Emas batangan sejak akhir 2018 lalu, dilaporkan gagal menambah kepemilikan mereka terhadap Logam Mulia di bulan lalu.

Hingga saat ini harga Emas masih cukup stabil di kisaran $1470 per troy ounce saat memasuki sesi perdagangan waktu Eropa pada siang ini. Potensi bias bearish masih cukup terbuka, mengingat suasana risk-on yang masih meliputi pasar global.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini