• 7 April 2020

Emas Kian Perkasa Ketika SINCE Diserang Corona

Berita Emas Terbaru – Dalam perdagangan hari Kamis (27/2) di bursa komoditi, Dan emas berjangka kembali menguat di Asia setelah daya AS mengkonfirmasi “penyebaran komunitas” virus covid-19 di Ca.

Emas Berjangka untuk pengiriman April naik 0,6% menjadi $1,652.65.

Logam mulia terkait diperdagangkan di bawah degree tertinggi selama tujuh tahun dan telah mengungguli aset safe haven lainnya, contohnya yen Jepang dan Franc Swiss.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan seorang pasien di California telah terkonfirmasi terinfeksi, meski tidak mempunyai riwayat perjalanan atau paparan dengan pasien yang terkontaminasi virus covid-19.

“Pada saat ini, penyebab pasien terpapar masih belum diketahui, mungkin ini bisa jadi contoh penyebaran komunitas COVID-19, yang akan menjadi mulailah kalinya terjadi di Amerika Serikat. Penyebaran komunitas berarti penyebaran penyakit yang sumber infeksinya tidak diketahui, wujud kemungkinan pasien tertular disease dari seseorang yang terkontaminasi dari negara lain.”

Virus ini kini menyebar lebih cepat pada luar Cina daripada pada dalam, memicu kekhawatiran yakni dampak ekonomi dri pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan dan penurunan permintaan mungkin jauh lebih tidak kecil dari yang diperkirakan sebelumnya.

Upaya untuk menahan wabah telah melumpuhkan sebagian besar ekonomi China, yang perlahan-lahan kembali normal. Ada kekhawatiran bahwa negara-negara lain meraih menghadapi masalah yang sama dengan penyebaran virus pada seluruh dunia.

Berita itu dirilis beberapa quickly pull setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan rendahnya risiko virus corona menginfeksi ke Amerika. Trump mengumumkan semalam bahwa Wakil Presiden Mike Pence akan bertanggung jawab atas penanganan SINCE terhadap wabah virus tersebut.

Beberapa pedagang memperingatkan bahwa safe haven status yang ditetapkan untuk aset AS bukan dijamin dan sentimen ocurrir dapat dengan cepat berbalik melawan greenback jika infeksi corona mulai meningkat dengan cepat pada Amerika Serikat.

Dalam berita lain, Goldman Sachs Group memprediksi emas berpeluang naik pada level $1.800 per ounce. “Jika efek virus menyebar ke Q2, kita bisa melihat emas bisa berada di atas level $1.800/ons.”

Emas sekarang telah menjadi “the destination of last resort,” kata analis Goldman, Mikhail Sprogisin, dalam sebuah catatan.