Emas Kian Merana Menjelang Kesepakatan Fase Satu

Emas Kian Merana Menjelang Kesepakatan Fase Satu
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Berita Emas Terbaru – Harga emas pada pasar spot terpantau semakin merosot pada perdagangan di bursa komoditi hari Selasa (14/1) menjelang penandatangan kesepakatan perdagangan fase satu antara Amerika Serikat dan Cina yang dijadwalkan pada besok hari.

Harga emas turun 0,64% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin dan menyentuh level US$ 1.538,17/troy ons.

Harga emas melorot seiring dengan semakin dekatnya tanggal bersejarah untuk Amerika Serikat (AS) dan China. Kedua negara yang terlibat perang tarif perdagangan kurang lebih dalam 18 bulan terakhir akhirnya memutuskan untuk capai kesepakatan dagang fase satu.

Seremoni penandatanganan akan dilakukan besok hari. Delegasi China sudah berada di Washington sejak hari Senin kemarin untuk melakukan penandatanganan kesepakatan dagang. Salah satu poin kesepakatannya adalah AS bersedia untuk diskon tarif atas beberapa produk China. Sebagai imbalannya China akan membeli produk pertanian AS senilai $40 miliar hingga $50 miliar.

Keputusan untuk mengeluarkan Cina dari daftar manipulator mata uang lebih cepat dari yang diperkiraan setelah Departemen Keuangan secara resmi membuat keputusan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He dijadwalkan dengan segera akan menandatangani perjanjian perdagangan “fase satu” pendahuluan di Washington pada hari Rabu. Cina sekarang berada dalam “daftar pemantauan” pada praktik manipulator mata uang bersama sembilan negara lain, termasuk Jerman, Italia dan Jepang.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan menjelaskan bahwa “Departemen Keuangan telah membantu mengamankan perjanjian Fase Satu yang signifikan dengan China yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peluang bagi pekerja dan bisnis Amerika. Cina telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif, sembari mempromosikan transparansi dan akuntabilitas.”

Langkah Departemen Keuangan pada Agustus lalu untuk menyebut Cina sebagai manipulator meningkatkan ketegangan dalam perang dagang dan merupakan penunjukan formal pertama sejak pemerintahan Presiden Bill Clinton. Itu terjadi ketika yuan Cina melemah melebihi 7 yuan terhadap greenback untuk pertama kalinya sejak 2008.

Kabar penandatanganan kesepakatan dagang antara AS-China membuat harga emas goyah. Harga emas mengalami koreksi, ketika ada harapan baik menyongsong kembali pulihnya perekonomian setelah sempat tertekan akibat perang dagang.

Harga emas diwarnai dengan level tertingginya dalam enam tahun terakhir mengawali tahun 2020 setelah berita pimpinan militer Iran Qassem Soleimani tewaas dalam serangan udara AS dan serangan balasan Iran ke markas tentara AS di Al Asad Irak. Namun setelah itu, kedua negara berjanji untuk melakukan de-eskalasi. Bukannya melakukan serangan balik, Trump malah memilih menjatuhkan sanksi ekonomi baru untuk Iran.

Bagaimanapun juga Timur Tengah masih bergejolak. Apalagi setelah Iran mengakui tak sengaja menembak pesawat penumpang Ukraina. Pasar masih akan terus memantau kelanjutan kesepakatan dagang fase pertama dan gejolak yang terjadi di Timur Tengah.

Gulir ke Atas