Emas Incar 1800, Waspada Telikung Yield Obligasi AS

Emas Incar 1800, Waspada Telikung Yield Obligasi AS
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Harga emas sangat antusias untuk mengejar kembali kenaikannya, dimana secara teknis akan menemui hambatan yang keras pula. Penguatan kembali imbal hasil Obligasi AS akan menjadi tantangan terdepan bagi Emas untuk dapat melanjutkan kenaikannya. Sementara masalah geopolitik yang memanas antara AS – China, AS – Rusia, serta sejumlah data ekonomi AS akan memberikan dorongan kenaikan lebih lanjut di sisa perdagangan akhir pekan ini.

Kenaikan harga telah kembali tenang setelah penurunan singkat ke $ 1760. Ketegangan geopolitik antara AS dan Rusia, meningkatnya kekhawatiran vaksin covid dan data China yang beragam mendukung sentimen beli pada Logam Mulia.  Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas mampu menembus kisaran atas perdagangan baru-baru ini dan harga melakukan reli keras untuk mencapai target tertinggi baru dalam dua minggu di 1770. Dorongan kenaikan didapatkan dari aksi jual tanpa henti dolar AS secara keseluruhan.

Sementara angka Penjualan Ritel AS dan Klaim Pengangguran yang lebih kuat menunjukkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan meningkatkan minat pada aset berisiko dengan mengorbankan dolar AS sebagai asset safe-haven. Terbukti bahwa indek bursa saham AS mencapai rekor tertinggi baru.

Pernyataan Gubernur Federal Reserve AS, Jerome Powell baru-baru ini yang bernada dovish membuat yield Obligasi AS menurun. Sekali lagi ini memberikan dukungan tambahan untuk emas sebagai asset yang tidak memberikan bunga imbal hasil.

Para pedagang emas akan mengambil isyarat dari sentimen pasar yang lebih luas, dari pergerakan harga dolar dan dinamika yield Obligasi AS. Indek dolar AS memudar dalam usaha untuk balik menguat kembali. Meski demikian, upaya naik emas bisa menghadapi perjuangan berat di tengah kekuatan baru dalam imbal hasil Treasury AS, karena perhatian bergeser kembali ke berita makro AS. Data Sentimen Konsumen dari Universitas Michigan akan dirilis nanti.

Secara teknis, emas masih berpeluang naik dengan formasi bull flag. Penutupan perdagangan dari grafik per jam di atas garis resisten garis tren turun di $ 1764 akan memvalidasi pola kelanjutan kenaikan harga lebih lanjut. Sentimen bullish menyerukan reli kembali harga yang bisa mengarah ke $ 1800.

Menjelang level itu, tertinggi 26 Februari di $ 1776 dapat menantang pihak yang sangat yakin ini. Indikasi dari Relative Strength Index (RSI) telah berubah sedikit lebih rendah tetapi bertahan jauh di atas garis tengah di 66,57, menunjukkan bahwa ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut.

Di sisi lain, rata-rata pergerakan dalam 21 jam yang miring ke atas di $ 1761 dapat bertindak sebagai support yang kuat, di bawahnya harga terendah harian dapat diselidiki. Lebih jauh ke selatan, penghalang psikologis $ 1750 bisa menjadi level yang harus dikalahkan untuk bull Emas.

Sumber: news.esandar.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas