fbpx

Emas Diburu Pasar Meski Corona Merajalela

Emas Diburu Pasar Meski Corona Merajalela
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Fundamental Emas – Pada perdagangan di bursa logam mulia pada hari Senin (3/2), harga emas dunia kembali naik dan berada di jalur kenaikan tertingginya dalam 5 bulan terakhir karena kekhawatiran perlambatan ekonomi yang timbul dari virus corona sehingga investor memburu aset aman alias safe haven seperti logam mulia.

Harga emas di pasar spot global naik 0,75% menjadi $1.585,8 per ounce. Harga logam kuning tersebut telah naik 4%, sedangkan harga emas berjangka di AS juga naik 0,1% menjadi $1.590,8 per ounce.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis (30/1/2020) secara resmi menyatakan bahwa virus korona sebagai keadaan darurat secara global. Namun, WHO juga menyatakan tidak melakukan pembatasan perjalanan maupun perdagangan dengan China.

Sentimen dari virus saluran pernafasan tersebut sempat mereda dipicu pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan status dalam keadaan darurat kesehatan global. Status itu memberikan kesempatan kepada organisasi itu untuk memobilisasi dukungan keuangan dan politik untuk mengatasi wabah tersebut.

Total jumlah meninggal di China sebanyak 361 kematian dan 2.829 kasus baru selama 24 jam terakhir, menjadikan total Cina menjadi 17.205, terjadi ketika negara-negara lain terus mengevakuasi ratusan warga mereka dari Hubei dan memberlakukan pembatasan perjalanan yang memengaruhi warga China atau orang yang baru-baru ini bepergian di negara itu.

China sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-2 di dunia berpotensi mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi karena wabah tersebut. Akibatnya, negara-negara lain juga berpotensi mengalami penurunan pertumbuhan akibat perdagangan yang menurun, sehingga emas akan diburu sebagai pengaman harta.

Aktivitas pabrik dan layanan perusahaan China stabil di angka 50, akan tetapi kemungkinan survei tersebut dilakukan sebelum virus corona yang berasal dari kota Wuhan tersebut meluas.

Sementara dari Eropa, Inggris secara resmi akan meninggalkan Uni Eropa satu jam sebelum Jumat tengah malam (31/1).

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau Antam berada di posisi Rp779 ribu per gram atau turun Rp2.000 jika dibandingkan pada perdagangan sebelumnya di level Rp781 ribu pada Sabtu (1/2). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 ke Rp696 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp415 ribu, 2 gram Rp1,51 juta, 3 gram Rp2,24 juta, 5 gram Rp3,72 juta, 10 gram Rp7,38 juta, 25 gram Rp18,35 juta, dan 50 gram Rp36,63 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp73,2 juta, 250 gram Rp182,75 juta, 500 gram Rp365,3 juta, dan 1 kilogram Rp720,6 juta.

Adapun khusus harga emas 1 gram juga naik Rp 7.000 menjadi Rp 781.000/gram dari sebelumnya Rp 774.000/gram. Naiknya harga emas Antam seiring dengan penguatan harga emas global. Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi dan tingkat suku bunga.

Gulir ke Atas