Emas Berpotensi Tetap Berada Di Jalur Kenaikan Mingguannya

Emas Berpotensi Tetap Berada Di Jalur Kenaikan Mingguannya
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Harga komoditas Emas kembali mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya, karena keraguan mengenai paket stimulus yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dalam upaya untuk meredam dampak virus corona terhadap ekonominya sehingga membebani sentimen terhadap aset berisiko.

Hingga berita ini dibuat spot emas menguat sebesar 0.89%, setelah sebelumnya mencatat penurunan hampir 2% di sesi perdagangan hari Selasa kemarin di tengah harapan adanya langkah-langkah stimulus global.

Dikabarkan bahwa pihak Gedung Putih dan Kongres AS tengah menegosiasikan sejumlah langkah untuk meningkatkan ekonomi dan tingkat upah di AS guna melawan dampak negatif yang ditimbulkan oleh epidemi virus, meskipun hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda langsung adanya kesepakatan terkait hal tersebut.

Margaret Yang Yan selaku analis di CMC Markets mengatakan bahwa sentimen risiko telah berubah suram dan pasar cukup kecewa dengan penundaan paket stimulus dari Trump yang sebelumnya telah dijanjikan pada hari Selasa kemarin.

Fitur utama dari proposal legislatif adalah keringanan pajak gaji, meskipun tingkat dan durasi proposal tidak disebutkan secara lebih terperinci. Sementara itu salah satu faktor pendukung bagi kenaikan harga logam mulia datang dari penurunan dalam yield Treasury AS sehingga melemahkan US Dollar hingga saat ini.

Sementara itu bank-bank sentral di sejumlah negara ekonomi utama dunia, terlihat berupaya untuk meningkatkan langkah dalam memerangi dampak terhadap ekonomi mereka dari epidemi tersebut, menyusul perkiraan bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga mereka pada pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada pekan depan.

Para pelaku pasar juga memperkirakan bahwa Bank of England juga akan melakukan penurunan suku bunga mereka di pertemuan kebijakan 26 Maret mendatang.

Sedangkan Presiden European Central Bank, Christine Lagarde dikabarkan akan berpartisipasi dalam konferensi video dengan 27 pemimpin negara anggota Uni Eropa guna membahas langkah-langkah untuk melawan dampak virus.

Dengan demikian sepertinya pergerakan Logam Mulia masih berpotensi untuk tetap berada di jalur kenaikan mingguannya untuk kembali menguji ke kisaran harga $1700 per troy ounce hingga akhir pekan ini.(

Gulir ke Atas