Ekuitas Asia Menguat Didukung Ekspektasi Vaksin

Ekuitas Asia Menguat Didukung Ekspektasi Vaksin
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Hingga memasuki sesi perdagangan waktu Eropa siang hari ini, bursa ekuitas Asia mencatat kenaikan menyusul bursa Wall Street yang sedikit menguat seiring ekspektasi bahwa program vaksin pada akhirnya akan mampu melawan virys corona sehingga memicu harapan pemulihan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencatat kenaikan 0.61%, sementara indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1.12%, bursa saham China meraih keuntungan tipis 0.07%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan bergerak 1.05% lebih tinggi serta indeks S&P/ASX 200 Australia mampu membalikkan kerugian dan menguat hingga 0.18%.

Treasury AS tercatat memperpanjang reli, sekaligus menarik imbal hasil 10-tahun ke level yang lebih jauh dari tertingginya dalam hampir satu tahun serta menyebabkan terbentuknya kurva imbal hasil menjadi sedikit bergerak datar.

Saat ini para investor bertaruh bahwa pemerintahan Biden untuk kedepannya akan meningkatkan distribusi vaksi virus corona AS serta menghabiskan lebih banyak stimulus yang akan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi global dan peningkatan permintaan komoditas.

Hugh Young yang menjabat sebagai kepala Asia Pasifik di Aberdeen Standard Investments, mengatakan bahwa dirinya mengharapkan minat investor di Asia sejak paruh kedua tahun lalu, akan tetap bertahan di tahun ini namun pertanyaannya adalah mengenai penilaian yang berlebihan.

Lebih lanjut dalam konferensi panel Reuters Next, Young menyampaikan bahwa pasar Asia untuk saat ini telah melakukan penilaian dengan sangat baik, dimana kualitas pasar tersebut semakin terlihat meskipun sedikit membuat frustasi akan tetapi momentum terus berlanjut sehingga nampaknya akan menjadi tahun yang stabil serta positif bagi kawasan Asia.

Sementara itu ekspektasi pasokan yang lebih ketat telah mendorong harga minyak ke level tertingginya dalam satu tahun terakhir, dimana minyak jenis WTI AS naik 1.13% dan mencapai level tertinggi sejak Februari setelah mengalami penurunan yang lebih besar dari perkiraan akibat data persediaan miinyak mentah AS.

Selain itu dukungan terhadap harga minyak juga datang dari Arab Saudi yang mengatakan bahwa pihaknya akan berencana untuk memangkas produksi tambahan hingga 1 juta barrel per hari di bulan Februari dan Maret mendatang.

Perkembangan di Washington nampaknya masih menjadi fokus sejumlah investor, setelah tiga orang dari Partai Republik mengatakan akan bergabung dengan pihak Demokrat dalam pemungutan suara untuk mendakwa Presiden Donald Trump terkait gejolak yang terjadi di Capitol Hill beberapa waktu lalu.

Dengan masa jabatan yang hanya tersisa tujuh hari kedepan, Trump akan menghadapi upaya impeachment atas tuduhan bahwa dirinya telah menghasut terjadinya pemberontakan dalam pidato di depan para pengikutnya sebelum mereka menyerbu Capitol Hill, yang memakan korban 5 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas