Ekonomi Inggris Tumbuh Lebih Besar Dari Sebelumnya

Ekonomi Inggris Tumbuh Lebih Besar Dari Sebelumnya
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Office for National Statistics merilis data yang menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0.4% di bulan Agustus lalu, lebih rendah dari pencapaian sebesar 0.8% di bulan Februari 2020, saat pemerintah Inggris menerapkan kebijakan lockdown untuk meredam penyebaran Covid-19 untuk pertama kalinya.

GDP bulan Juli direvisi turun dari sebelumnya tumbuh 0.1% menjadi turun 0.1%, namun revisi data terbaru lainnya di awal tahun ini membuat ekonomi Inggris lebih dekat ke level pra-pandemi dibandingkan kumpulan data GDP bulanan terakhir.

Selain itu Bank of England diprediksi akan menjadi bank sentral utama pertama yang akan menaikkan suku bunganya sejak awal pandemi, dimana pasar keuangan bertaruh terhadap perkiraan kenaikan 0.25% di bulan Desember mendatang.

Pada tahun 2020 lalu ekonomi Inggris mengalami penyusutan hingga 9.7%, yang menjadi penurunan terbesarnya dalam 300 tahun serta sekaligus menyamai penurunan tahunan pada tahun 1921 silam, di saat ekonomi Inggris masih belum pulih dari lonjakan biaya yang dipakai untuk Perang Dunia pertama.

Sementara itu International Monetary Fund memperkirakan bahwa Inggris saat ini telah berada di jalur untuk memiliki ekspansi tercepat dari negara manapun dalam kelompok negara-negara anggota G7, dengan mencatat pertumbuhan 6.8% di tahun ini, meskipun skala kemerosotan di tahun lalu yang berarti masih perlu waktu lebih lama untuk pulih, dibandingkan kebanyakan negara rekan-rekannya.

Dalam periode paruh pertama di tahun ini, laju ekonomi Inggris mampu berkembang pesat saat peluncuran awal vaksin Covid-19 yang cepat hingga memungkinkan dilonggarkannya kebijakan pembatasan lockdown.

Namun sejak pertengahan tahun ini ekonomi Inggris melambat karena gelombang kasus virus varian Delta serta kesulitan rantai pasokan global, yang diperburuk oleh pembatasan perdagangan serta imigrasi baru dibawah kebijakan Brexit.

Pertumbuhan dalam skala bulanan dilaporkan meningkat di bulan Agustus setelah mengalami penurunan di bulan Juli, di saat dampak pandemi virus varian Delta mempengaruhi ketidakhadiran staff pekerja dalam jumlah yang paling besar, namun laju pertumbuhan sejak awal tahun hingga Agustus dilaporkan melambat menjadi 6.9%, lebih tinggi dari perkiraan perlambatan 6.7% dari para ekonom.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas