Ekonomi Inggris Mengalami Kontraksi Lebih Buruk Dari Perkiraan

JavaFX Logo
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Ekonomi Inggris mengalami kontraksi sebesar 10,4% dalam tiga bulan pertama hingga April 2020, lebih buruk dari perkiraan pengamat terjadi penurunan 10%. Sementara untuk periode bulanan, di April terjadi kontraksi atau penurunan sebesar 20,4% dan lebih besar dari perkiraan kontraksi 18,6% dan jauh di bawah penurunan sebelumnya 5,8%.

Ini adalah rekor penurunan PDB Inggris karena pembatasan pemerintah (lockdown) terhadap pergerakan orang dan bisnis yang secara dramatis mengurangi kegiatan ekonomi. Dampak dari coronavirus terlihat tepat di seluruh ekonomi, dimana sektor pendidikan, kesehatan, penjualan mobil, pembuatan mobil dan pembangunan rumah memberikan kontribusi penurunan terbesar. Sektor jasa turun 9,9 persen, produksi 9,5 persen, dan konstruksi 18,2 persen, semua rekor menurun. Mempertimbangkan hanya April, ekonomi menyusut 20,4 persen dibandingkan dengan Maret juga rekor jatuh dan di atas ekspektasi penurunan 18,4. Tahun ke tahun, PDB turun hanya 24,5 persen di bulan April.

Rilis data PDB Inggris dapat menjadi sentiment negative untuk poundsterling yang sehari sebelumnya terkena aksi jual akibat meningkatnya taruhan investor terhadap posisi jual pound ditengah ketidakpastian negosiasi Brexit dengan Uni Eropa.

Gulir ke Atas