Ekonom Korea Selatan Berbalik Negatif Terhadap Prospek Ekonominya

Para ekonom di Korea Selatan berbalik bersikap lebih negatif terhadap prospek ekonomi negara tersebut seiring kemunduran di sektor perdagangan akibat dari pembatasan ekspor oleh pemerintah Jepang sehingga menurunkan prospek ekonomi Korea Selatan di tahun ini menjadi 2.0%.

Sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga think tank Korea Development Institute (KDI) terhadap 18 ekonom, menyebutkan bahwa laju pertumbuhan produk domestik bruto negara tersebut diperkirakan akan berada di angka 2.0%, lebih rendah dari 2.2% yang diproyeksikan sebelumnya di bulan April lalu serta masih dibawah target Bank of Korea sebesar 2.2%.

Survei tersebut berdasarkan penghitungan rata-rata dengan sistem aritmatika dari 18 ekonom dan dilakukan di kurun waktu antara 25 hingga 29 Juli, setelah pemerintah Jepang mengekang ekspor bahan-bahan berteknologi tinggi untuk produksi chip dan display yang dikirim ke Korea Selatan, dan saat sebelum Jepang mengeluarkan Korea Selatan dari white list negera-negara mitra dagang terpercaya. Hal tersebut juga dilakukan oleh KDI sebelum pihak Washington menuduh Beijing sebagai manipulator mata uang.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa surplus neraca berjalan Korea Selatan akan mencapai angka $52.7 milliar di tahun ini, turun dari $76.4 milliar yang dicapai pada tahun lalu. Prospek terhadap surplus current account negara tersebut masih lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar $58.6 milliar pada bulan April lalu. Untuk tahun depan para ekonom memperkirakan surplus neraca berjalan Korea Selatan akan tetap di kisaran $48.1 milliar.

Tingkat pengangguran di Korea Selatan diperkirakan akan mencapai 4.1% di tahun ini, seiring perlambatan laju pertumbuhan ekonomi riil dan akan berada di angka 4% pada tahun depan. Para ekonom juga memproyeksikan penambahan penciptaan lapangan kerja sebanyak 200 ribu pekerjaan di tahun ini dari tahun sebelumnya dan untuk tahun depan diperkirakan penciptaan lapangan kerja akan bertambah sebanyak 180 ribu.

Untuk harga konsumen Korea Selatan, para ekonom memperkirakan akan tumbuh sebesar 0.7% di tahun dan 1.1% di tahun depan. Sementara itu lembaga KDI mengatakan bahwa mayoritas responden mengharapkan Bank of Korea akan melakukan pemangkasan suku bunga yang kedua di tahun ini pada kuartal keempat mendatang.(WD)

Ardian Karen

Read Previous

Harga Emas Lanjutkan Kenaikannya Lagi

Read Next

Produksi Industri Jerman Turun 1.5%

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *