ECB Research : Nilai Euro Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Inflasi

ECB Research : Nilai Euro Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Inflasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah penelitian terbaru dari European Central Bank mengemukakan bahwa dampak pergerakan nilai tukar dari mata uang Euro terhadap laju inflasi telah mereda dan dampaknya terhadap harga konsumen di Eurozone dinilai hampir tidak memberikan dampak yang signifikan.

Setelah menggarisbawahi target inflasi selama tujuh tahun terakhir, ECB telah membuat kebijakan moneter sangat longgar, sembari menghadapi beberapa tuduhan, termasuk dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa mereka mencari keuntungan perdagangan tidak adil dengan nilai tukar mata uang yang lebih lemah.

Nilai tukar Euro yang lebih lemah memang meningkatkan harga impor, sebagai dampak utama dari langkah kebijakan bank sentral Eropa, yang disebut sebagai harmonised index consumer prices (HICP), dianggap tidak terlalu berdampak secara signifikan.

Dalam artikel buletin bulanan dari ECB, disebutkan bahwa depresiasi Euro hingga 1% telah menaikkan harga impor total di kawasan Euro serta negara-negara anggotanya dengan rata-rata sekitar 0.30% dalam periode setahun.

Dikatakan bahwa selama periode yang sama tajuk utama HICP naik sekitar 0.04%, meskipun perkiraan tidak selalu berbeda secara signifikan dari kisaran nol, sekaligus mencatat bahwa angka ini lebih rendah dari sejumlah perkiraan sebelumnya.

Hasil penelitian tersebut juga mengemukakan bahwa estimasi untuk pass-through nilai tukar ke harga konsumen adalah “tidak signifikan secara statistik” untuk periode selama tahun-tahun penelitian terhadap permasalahan tersebut.

ECB menargetkan inflasi tepat di bawah 2% namun saat ini tengah menghadapi prospek pertumbuhan harga yang negatif setelah jatuhnya harga minyak.(

Gulir ke Atas