• 10 Desember 2019

ECB Masih Tetap Mempertahankan Kebijakan Ultra-Longgar

ECB Masih Tetap Mempertahankan Kebijakan Ultra-Longgar

Pada pertemuan terakhir yang diikuti oleh Mario Draghi sebagai presiden ECB, bank sentral memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar mereka tidak berubah sama sekali, guna memperkuat penopang bagi ekonomi di kawasan Eurozone yang terus berada di jalur perlambatannya.

Dengan laju pertumbuhan yang hampir tidak mampu untuk bertahan di wilayah positifnya serta ditambah prospek yang semakin suram, apa yang dijanjikan oleh Mario Draghi sejak 2012 silam untuk melakukan apapun yang diperlukan guna menyelamatkan kawasan tersebut, sepertinya belum mencapai garis akhirnya.

Janji yang digaungkan oleh Draghi tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk menyelamatkan negara-negara pengguna mata uang Euro dari keterpurukannya akibat lilitan hutang yang tidak berkesudahan.

Bahkan dengan laju inflasi yang terhambat di level kurang dari setengah target ECB serta menipisnya harapan untuk percepatan pertumbuhan, Draghi masih membuka peluang untuk menambah lebih banyak stimulusnya di pertemuan kebijakan ECB.

Pada kesempatan konferensi pers terakhirnya yang hanya berselang beberapa hari sebelum menyerahkan jabatannya kepada Christine Lagarde selaku Presiden ECB yang baru, Draghi diperkirakan akan tetap mempertahankan paket stimulus yang dikeluarkannya sejak bulan lalu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong kembali kritik secara terbuka yang tidak biasa dari para penentangnya di Dewan Kebijakan bank sentral terhadap langkah untuk adanya pencetakan uang yang lebih agresif.

Pertentangan yang terjadi di dewan kebijakan, dinilai hanya memundurkan kinerja Draghi selama delapan tahun, yang mana saat dibawah kepemimpinannya ECB telah muncul dengan kebijakan moneter yang tidak konvensional sehingga membantu mencegah terjadinya deflasi sekaligus menghentikan krisis hutang yang keluar dari kendali.

Sebagian besar fokus pada pertemuan tersebut adalah keputusannya untuk mendorong melalui skema pembelian obligasi terbuka yang akan menjadi agenda bagi penggantinya dalam waktu beberapa tahun kedepan, meskipun masih ada pertentangan dari sepertiga anggota dewan kebijakan ECB.

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Lagarde tersebut, ECB tetap mempertahankan suku bunga deposito tidak berubah di minus 0.5%, sekaligus menegaskan kembali bahwa kebijakan pembelian obligasi terbuka akan dimulai di bulan November mendatang sebesar 20 milliar Euro setiap bulan dan akan berlangsung selama diperlukan.

Gejolak dalam ECB kemungkinan akan bertahan dan Lagarde harus berurusan dengan keberatan bahwa kebijakan Draghi tentang suku bunga deposito di bawah nol dan pembelian obligasi besar-besaran, berpotensi melukai para nasabah perbankan, mempersulit bank dan lembaga dana pensiun serta menimbulkan bubbling di sektor keuangan. Dengan sebagian besar amunisi ECB yang telah dipergunakan saat ini,

Draghi dan penggantinya kemungkinan akan terus mendesak pemerintah negara anggota Eurozone yang mengalami surplus seperti Jerman dan Belanda untuk berinvestasi lebih banyak guna menghasilkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.(WD)