Dolar Menguat Walau FED Pangkas Suku Bunga

Dolar menguat hingga level tertinggi dua tahun terhadap euro dan mencapai tertinggi dua bulan terhadap yen pada Kamis pagi tadi. Penguatan ini terpicu oleh komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengesampingkan siklus pelonggaran yang panjang setelah memberikan penurunan suku bunga pertama sejak krisis keuangan.

Dalam langkah kebijakan yang memang sudah diperkirakan pasar, bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk menopang perekonomian terhadap risiko yang di dalamnya termasuk sengketa perdagangan.

Pada konferensi pers setelah keputusan Fed, Powell mengatakan “langkah itu bukan awal dari serangkaian panjang penurunan suku bunga.” Namun pada saat yang sama, dia berkata, “Saya tidak mengatakan itu hanya satu pemangkasan suku bunga.”

Para pelaku pasar masih melihat kemungkinan satu kali lagi penurunan suku bunga tahun ini. Walaupun pernyataan Powell ini, memangkas harapan bahwa FED siap untuk menurunkan suku bunga lagi hingga tahun depan.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, bergerak pada level 98,51, dekat dengan level tertinggi dua tahun di 98,68 yang dicapai pada hari Rabu.

Di pasar mata uang, sterling jatuh terhadap dolar menuju level terendah dua tahun pada meningkatnya risiko Brexit No-Deal, tetapi fokusnya akan bergeser ke rapat kebijakan Bank Sentral Inggris pada Kamis sore nanti. BOE dijadwalkan akan merilis kebijakan moneternya pada jam 18.00 yang diikuti konferensi pers Carney 30 menit kemudian.

Survei Reuters menyebutkan bahwa Komite Kebijakan Moneter BoE, atau sering disebut MPC, akan memilih untuk mempertahankan suku bunga di 0,75% dengan suara bulat, 9-0.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here