Deflasi China Makin Dalam

Deflasi China Makin Dalam
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Harga barang di tingkat pabrikan, gate price – China turun lebih dalam di tengah melemahnya permintaan. Ini membuat deflasi di bulan Mei semakin dalam, sementara inflasi di tingkat konsumen menurun lebih lanjut akibat turunnya harga sembako.

Indeks harga produsen turun 3,7% pada Mei dari tahun sebelumnya, memperpanjang penurunan 3,1% pada April, Biro Statistik Nasional mengatakan Rabu (10/06/2020). Ekonom yang disurvei sebelumnya oleh The Wall Street Journal memperkirakan indeks harga industri turun 3,2%.

Penurunan PPI adalah penurunan tertajam dalam lebih dari empat tahun, karena harga komoditas dan produk industri lainnya melunak di tengah wabah Corona. Deflasi yang lebih curam didalam harga pabrikan ini kemungkinan akan membebani profitabilitas pabrik China, yang menunjukkan kenaikan pada bulan April setelah dimulainya kembali bisnis di China.

Inflasi konsumen China terus moderat pada bulan Mei, dengan indeks harga konsumen naik 2,4% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 3,3% pada bulan April. Peningkatan CPI adalah yang paling lambat dalam 14 bulan. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 2,6%.

Harga makanan naik 10,6% bulan lalu, mundur dari kenaikan 14,8% di bulan April, sementara harga non-makanan naik 0,4%, sama dengan di bulan April.

Inflasi harga daging babi di China terus menurun di bulan Mei. Harga daging babi naik 81,7%, melambat dari kenaikan 96,9% pada bulan April. Harga daging babi meningkatkan IHK utama sekitar 1,98 poin persentase.

Gulir ke Atas