Defisit Fiskal Korea Selatan Berada Di Posisi Tertingginya

Defisit fiskal yang dialami oleh Korea Selatan telah berada di posisi tertingginya di tengah pemangkasan peneriman dari pendapatan pajak akibat dari peningkatan pengeluaran fiskal di tengah kondisi ekonomi yang semakin memburuk.

Kementerian Ekonomi dan Keuangan melaporkan bahwa Korea Selatan berhasil mengumpulkan pendapatan hingga sebesar 139.5 triliun Won atau $118.2 milliar dari penerimaan pajak dalam lima bulan pertama di tahun ini, turun sebesar 1.2 triliun Won dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah mencapai 47.3% dari target anggaran pajak tahunannya, yang mana persentase ini masih lebih terendah sekitar 5.1 poin persentase dari periode yang sama di tahun lalu. Tingkat pendapatan pajak kumulatif telah mencatat pemangkasan di tingkat tahunannya sejak bulan Februari lalu.

Pihak Kementerian mengatakan bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh pemangkasan pendapatan pajak pertambahan nilai, menyusul kenaikan pajak konsumsi pedesaan dari 11% menjadi 15%. Selama periode bulan Mei, jalur pendapatan pajak mencapai 30.2 triliun Won atau turun sebanyak 700 milliar Won dari tahun sebelumnya.

Untuk pajak perusahaan menyumbang lebih dari setengahnya sebesar 15.2 triliun Won, atau mencatat kenaikan 600 milliar Won per tahun akibat dari meningkatnya angsuran pajak perusahaan. Sementara pajak penghasilan mencatat pemangkasan 200 milliar Won menjadi 11.3 triliun Won yang diakibatkan oleh pemangkasan tajam dalam aksi jual real estate sehingga mengakibatkan berkurangnya pengumpulan pajak transaksi.

Pendapatan non-pajak pada periode Januari hingga Mei tercatat sebesar 12 triliun Won atau turun sebesar 700 milliar Won dalam setahun. Sementara pendapatan dana meningkat sebesar 3.7 triliun Won menjadi 64.3 triliun Won. Total pendapatan dalam lima bulan pertama tahun ini mencapai 215.8 triliun Won, mencatat kenaikan 1.9 triliun Won. Total pengeluaran melonjak 29.6 triliun Won pada tahun menjadi 235 triliun Won pada periode yang sama.

Neraca fiskal atau perbedaan antara pendapatan dan pengeluaran, mencatat defisit hingga sebesar 19.1 triliun Won selama periode Januari-Mei. Sedangkan untuk saldo anggaran manajemen, yang tidak termasuk empan dana nasional utama seperti dana pensiun dan asuransi tenaga kerja, menunjukkan defisit hingga sebesar 36.5 triliun Won.

Kedua data yang mengalami defisit ini merupakan dua elemen dengan defisit terbesar sejak pihak pemerintah Korea Selatan melakukan pengumpulan data pada tahun 2011 silam. Tingkat hutang pemerintah Korea Selatan hingga akhir bulan Mei tercatat mencapai sebesar 685.4 triliun Won, naik hingga 9.5 triliun Won dibanding bulan sebelumnya. Kementerian mengatakan ini adalah karena jeda waktu dalam masalah dan jadwal penebusan penawaran treasury.

Pada bulan April sebelumnya pemerintahan Seoul mengusulkan tambahan anggaran awal tahun hingga sebesar 6.7 triliun Won, guna membantu menambah ekspor, memacu konsumsi domestik serta menciptakan lapangan kerja baru.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Reuters.