Daya Tarik Safe Haven Melemah, Dolar AS Turun

Daya Tarik Safe Haven Melemah, Dolar AS Turun
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Jakarta – Dolar turun pada hari Jumat, karena daya tarik safe-haven melemah, atas harapan vaksin potensial untuk coronavirus baru yang melebihi kekhawatiran tentang lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Mata uang AS ini memposting kerugian persentase mingguan terbesar terhadap sekeranjang mata uang utama dalam sebulan.

Pada hari Jumat, Gilead Sciences Inc mengatakan dari data tambahan dari penelitian tahap akhir menunjukkan antivirus yang remdesivir mengurangi risiko kematian dan secara signifikan meningkatkan kondisi pasien COVID-19 yang sakit parah.

Kabar ini membantu reli di bursa saham A.S. dan mendorong dolar lebih rendah. Pada perdagangan sore hari, indeks dolar turun 0,2% menjadi 96.624.

Lebih dari 60.500 infeksi COVID-19 baru dilaporkan di seluruh Amerika Serikat pada hari Kamis, menurut penghitungan Reuters, peningkatan satu hari terbesar di negara mana pun sejak pandemi muncul di China tahun lalu. Tetapi analis mengatakan investor mata uang mungkin menantikan perawatan yang sedang dikembangkan untuk virus ini.

Dolar juga turun setelah data ekonomi AS menunjukkan harga produsen secara tak terduga turun 0,2% pada Juni, menyusul rebound 0,4% pada Mei, karena pertempuran ekonomi menekan permintaan di tengah pandemi COVID-19.

Risk on yang meningkat, membuat euro, naik 0,2% terhadap dolar menjadi $ 1,1300, sedangkan pound Inggris naik 0,1% pada $ 1,2631. Dolar juga jatuh ke level terendah dua minggu terhadap mata uang safe haven yen. Terakhir turun 0,3% pada 106,92 yen.

Yen telah diperdagangkan dalam kisaran sempit meskipun pasang surutnya sentimen risiko, karena satu bulan tersirat dan volatilitas historis mendekati rekor terendahnya. Tetapi, indikator teknis di pasar opsi menandakan kekhawatiran investor tentang wabah masih akan membuat pasar volatil di masa depan.

Gulir ke Atas