Data Manufaktur Eurozone Lebih Baik Dari Perkiraan

Data Manufaktur Eurozone Lebih Baik Dari Perkiraan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Penurunan aktifitas manufaktur di kawasan Euro dirilis dengan hasil tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya di awal bulan, setelah lebih banyak negara di kawasan tersebut yang melonggarkan kebijakan pembatasan yang diterapkan sebelumnya untuk meredam penyebaran virus corona.

Lebih dari 10 juta orang telah terinfeksi oleh virus ini secara global dan lebih dari 500.000 orang telah meninggal, membuat pemerintah memaksakan penguncian dan memaksa bisnis tutup sementara dan warga tetap di rumah.

Namun dengan pembukaan kembali aktifitas ekonomi di sebagian besar kawasan Eropa, maka data manufacturing PMI dari Markit dirilis di dekat level 50 yang memisahkan fase pertumbuhan dan kontraksi untuk bulan Juni.

Hasil survei dari Markit terhadap sektor manufaktur di kawasan Euro, dilaporkan berada di angka 47.4 di bulan Juni lalu, naik dari 39.4 pada bulan Mei sebelumnya, dan lebih tinggi dari pembacaan flash PMI di 46.9, menyusul indeks yang mengukur output juga mengalami lonjakan ke 48.9 dari 35.6 di bulan sebelumnya.

Chris Williamson selaku kepala ekonom bisnis di IHS Markit, mengatakan bahwa angka-angka PMI terakhir untuk bulan Juni, telah menambah tanda-tanda lebih lanjut terhadap fakta bahwa pabrik-pabrik di kawasan Eurozone telah melihat pemulihan awal yang kuat seiring dimulainya aktifitas ekonomi dari kebijakan lockdown yang diterapkan sebelumnya.

Lebih lanjut Williamson juga menyampaikan bahwa ekspektasi untuk tahun depan kemungkinan akan mencerminkan rebound tajam seiring harapan yang tumbuh terhadap ekonomi yang akan berpijak lebih kuat dalam beberapa bulan kedepan.

Indeks output masa depan, yang mengukur optimisme dalam 12 bulan kedepan, naik kembali ke wilayah positifnya di 57.3 dari 44.6 di bulan Mei, namun demikian semua indeks lainnya tetap bertahan di bawah level break even point, dan tetap menunjukkan pemulihan dalam bentuk apapun kemungkinan akan tetap berjalan lambat dan panjang.

Sebuah jajak pendapat Reuters bulan Juni memperkirakan ekonomi blok tersebut mengalami kontraksi 12.5% pada kuartal terakhir tetapi masing-masing akan meningkat 7.9% dan 3.1% pada kuartal ini dan selanjutnya.

European Central Bank telah memperluas laju pembelian obligasi mereka terkait pandemi menjadi total 1.35 triliun Euro, guna memerangi penurunan secara historis, dan dari 41 ekonom yang disurvei oleh Reuters, 31 ekonom diantaranya mengatakan bahwa bank sentral Eropa belum melakukan pengumuman kebijakan baru.(

Gulir ke Atas