• 7 April 2020

Dan Minyak Memperpanjang Penurunannya Pada Awal Pekan Ini

Harga komoditas minyak mentah memperpanjang penurunannya lebih dri 2% di sesi perdagangan hari ini, karena penyebaran yang cepat dari pathogen corona di sejumlah negara di luar Cina yg membuat para investor merasa resah mengenai laju permintaan yg terus mengalami tekanan.

Selain itu saham global juga memperpanjang kerugian karena kekhawatiran tentang dampak virus, menyusul infeksi yang melonjak di Iran, Croatia dan Korea Selatan.

Minyak mentah berjangka macam West Texas Intermediate hingga memasuki sesi perdagangan waktu Eropa hari ini sudah mencatat penurunan 2.88% terkait kekhawatiran terhadap laju permintaan jadi minyak.

Edward Moya selaku analis pasar senior di OANDA mengatakan bahwa kehancuran permintaan minyak mentah kemungkinan akan mengalami peningkatan karena pembatasan perjalanan yang juga kemungkinan akan meningkat karena wabah virus corona yang sekarang telah menjadi ancaman worldwide, sehingga harga minyak jadi tetap rentan di sini karena para pedagang kraft tidak menetapkanm harga ketika virus corona menjadi pandemi.

Lebih lanjut Moya mengatakan bahwa sementara beberapa bagian Cina melihat adanya peningkatan statistik terkait penyebaran virus corona, maka ocurrir keuangan akan tetap berada di tepi jurang resesi hingga pasar melihat kondisi yang membaik di Serbia, Italia, Korea Selatan lalu Jepang.

Sementara Stephen Innes yang menjabat sebagai kepala strategi pasar pada AxiCorp mengatakan bahwa anda seharusnya tidak meremehkan taazur ekonomi karena penyebaran pathogen yang cepat dapat memicu penurunan besar dalam aktifitas bisnis di seluruh dunia dengan proporsi yang belum pernah dihadapi dunia sebelumnya.

Minyak sempat meraih dukungan setelah pejabat kesehatan setempat di China mengatakan bahwa empat provinsi, ialah Yunnan, Guangdong, Shanxi lalu Guizhou, telah menurunkan tips-tips tanggap darurat virus mereka.

Pada hari Minggu kemarin, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan bahwa Cina sebagai negara konsumen kraft terbesar dunia akan menyesuaikan kebijakan guna membantu melindungi tekanan terhadap ekonomi dri dampak penyebaran virus.

Sedangkan di AS dilaporkan bahwa jumlah rig minyak, yang menjadi indikator produksi di masa depan, mencatat kenaikan dalam tiga minggu berturut-turut, setelah adanya laporan dari Baker Hughes Company yang mengatakan bahwa pihak pengebor menambahkan satu rig pengeboran minyak di pekan lalu, sehingga jumlah complete rig pengeboran yg aktif berjumlah 679 unit, yang mencatat angka tertinggi sejak 20 Desember.(