Cuaca Dingin Memukul Penjualan Retail Inggris Dibulan Mei

Cuaca dingin pada bulan Mei mendorong penurunan terbesar dalam penjualan ritel Inggris tahun ini karena pembeli menunda pembelian pakaian musim panas, data ini menambahkan tanda-tanda ekonomi berada pada jalur pelemahan untuk kuartal kedua.

Volume penjualan ritel berkontraksi 0.5%, data dari Kantor Statistik Nasional seperti yang diharapkan ekonom dalam jajak pendapat Reuters setelah menyusul penurunan 0,1% pada bulan April.

Dibandingkan dengan bulan Mei 2018, penjualan hanya naik sebesar 2.3%, kenaikan tahunan terkecil sejak Oktober tahun lalu. Jajak pendapat Reuters menunjukkan tumbuh 2.7 persen.

Penurunan bulanan kedua secara berturut-turut dalam penjualan ritel menambah kesuraman atas pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua yang masih berjuang dengan krisis Brexit Inggris. Data resmi telah menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi tajam pada bulan April.

Sampai sekarang, sebagian besar konsumen telah mengambil Brexit dengan bersikap tenang, dibantu oleh inflasi yang stabil dan pertumbuhan upah yang lebih kuat.

Itu telah membantu ekonomi terbesar kelima di dunia dari banyaknya perusahaan mengurangi investasi karena ketidakpastian tentang Brexit.

ONS mengatakan cuaca dingin menyebabkan penurunan untuk penjualan pakaian dan alas kaki, yang jatuh 4.5% dalam sebulan – penurunan terbesar sejak Juli 2015.

“Kami melihat gambaran yang beragam di seluruh sektor karena penurunan penjualan department store berlanjut (dalam tiga bulan hingga Mei), tanpa pertumbuhan sejak September tahun lalu,” kata ahli statistik ONS Rhian Murphy.

t sulit” untuk tahun ini, meskipun kelompok mode online Boohoo melawan pasar ritel yang keras dengan pertumbuhan penjualan yang kuat.

Sumber: Topgrowth Futures, Bloomberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini