Ming, 17 November 2019

Citi : Perbankan Jerman Dalam Posisi Membahayakan

Ronit Ghose, kepala penelitian bank global di Citi menilai bahwa para pemberi pinjaman di Jerman berada dalam posisi yang sedikit membahayakan dibandingkan dengan institusi pemberi pinjaman di negara-negara Eropa lainnya.

Sektor perbankan Eropa telah berjuang dengan profitabilitas sejak dilanda krisis keuangan, seiring turunnya pendapatan sektor ini di periode kuartal kedua hingga 7% di tingkat tahunan. Mayoritas bank-bank mengatakan bahwa suku bunga rendah dalam waktu yang berkepanjangan dari European Central Bank menjadi hambatan bagi mereka dalam meraih keuntungan.

Nilai saham sektor perbankan yang ada dalam bursa Euro Stoxx telah mencatat kejatuhan hingga 45% selama 10 tahun terakhir, yang sangat bertolak belakang dengan U.S.-focused KBE bank ETF, yang mampu mengalami peningkatan hingga 86% dalam periode yang sama. Tekanan yang datang dari kondisi suku bunga yang rendah, semakin diperparah oleh perlambatan ekonomi global, ketegangan perdagangan AS-Cina serta ketidakpastian kondisi geopolitik, namun kombinasi rentannya struktural dan melemahnya ekonomi domestik telah membuat prospek bank di Jerman semakin suram.

Baru-baru ini bank di Italia telah melihat harga sahamnya mendapatkan pukulan oleh kekacauan politik dalam negeri, setelah Partai Lega dari Matteo Salvini telah mendobrak pengaturan koalisi yang dinilai mengikat. Akan tetapi saat berbicara dalam acara “Squawk Box Europe” di CNBC, Ghose mengatakan bahwa jika mengacu dari perspektif profitabilitas, institusi pemberi pinjaman Jerman berada dalam posisi yang jauh lebih buruk dibandingkan rekan mereka di Italia.

Lebih jauh Ghose mengatakan bahwa bank-bank di Italia telah melakukan sejumlah pembersihan di neraca mereka, seperti bank-bank di Spanyol dan di tahun depan nanti Jerman akan menghasilkan 2% hingga 3% laba atas ekuitas, namun di tahun ini justru lebih buruk.

Saat ini strategi dari bank-bank di Eropa adalah dengan melakukan langkah restrukturisasi dan pemangkasan biaya, namun Ghose memberikan saran program yang paling efektif telah terkonsentrasi di negara Skandinavia dan wilayah Benelux (Belgia, Netherlands, Luxemburg).

Pemberi pinjaman Jerman sedang dalam proses program restrukturisasi massal yang akan berpotensi memangkas hingga 18 ribu posisi pekerjaan hingga tahun 2022 mendatang di seluruh dunia dan penutupan penjualan ekuitas dan bisnis perdagangan, akan tetapi para investor telah bereaksi dengan tingkat skeptisme yang tinggi.

Nilai saham sektor perbankan telah mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah tantangan struktural dan diperburuk oleh serangkaian skandal yang berkaitan dengan aturan anti money laundry.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here