China Beige Book : Pertumbuhan Q3 Akan Mengalami Perlambatan

China Beige Book : Pertumbuhan Q3 Akan Mengalami Perlambatan

Sebuah survei triwulanan oleh China Beige Book yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Cina akan mengalami perlambatan pada periode kuartal ketiga sementara itu tingkat hutang juga diperkirakan akan melonjak.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa data kuartal ketiga bahkan lebih lemah dari sebelumnya dan angka pertumbuhan ekonomi Cina dalam beberapa bulan terakhir telah dirilis dengan hasil yang lebih mengecewakan dari harapan, namun kondisi terburuk nampaknya masih belum akan berakhir.

Laporan Beige Book menyebutkan bahwa di tingkat nasional, laju pendapatan, laba, output, volume penjualan serta pertumbuhan lapangan pekerjaan akan mengalami perlambatan hanya sekitar seperempat dari sebelumnya, seperti halnya laju pesanan domestik dan juga ekspor.

Sektor korporasi menemukan bahwa tingkat hutang tetap mengalami peningkatan, dengan penerbitan obligasi yang naik ke level tertingginya dalam sejarah survei tersebut. Rasio antara parktik Shadow Banking dengan tingkat pinjaman secara keseluruhan juga berada di posisi tertinggi kedua. praktik shadow banking mengacu pada kegiatan pemberian pinjaman yang tidak diatur, sehingga seringkali menghadirkan risiko yang lebih tinggi karena mereka mendapatkan pengawasan yang kurang ketat.

Shehzad Qazi selaku direktur pelaksana China Beige Book International mengatakan bahwa tingkat pinjaman masih tinggi dan hal ini dapat memberikan penawaran bantuan di periode kuartal berikutnya dan ketakutan terhadap tekanan pasar tenaga kerja lebih lanjut dapat mengakibatkan pemerintah Beijing akan mendorong perusahaan untuk menambah staf seiring kredit yang diberikan.

Pada tahun lalu angka resmi pertumbuhan Cina menunjukkan laju pertumbuhan di periode kuartal keempat mencapai 6.4% dan di tingkat berada di angka 6.6% yang merupakan level terendahnya sejak 1990. Pada awal tahun ini laju pertumbuhan bertahan di angka 6.4% pada kuartal pertama dan turun menjadi 6.2% di periode kuartal kedua. Pemerintah Tiongkok diperkirakan akan merilis data produk domestik bruto periode kuartal ketiga pada pertengahan bulan Oktober mendatang.

Yuxian Zhang, direktur jenderal di departemen perkiraan ekonomi Pusat Informasi Negara, juga mengatakan bahwa pertumbuhan di periode kuartal ketiga akan berada di titik terendah di tahun ini. hal ini dikemukan oleh Zhang dengan alasan bahwa kebijakan pemerintah tiidak benar-benar berperan di paruh pertama tahun ini dan efek dari langkah-langkah dukungan seperti pemangkasan pajak yang membutuhkan waktu untuk dapat dirasakan efeknya.

Zhang mengharapkan produk domestik bruto meningkat 6.1% pada kuartal ketiga dan 6.2% pada kuartal keempat, sehingga total tahunan antara 6.2% dan 6.3%.

Sementara itu Liu Shangxi, presiden Akademi Ilmu Fiskal Cina, sebuah lembaga penelitian di bawah Kementerian Keuangan, menilai bahwa arah kebijakan makroekonomi saat ini serta penyelesaian pajak dan pemangkasan biaya akan meningkatkan kepercayaan diri dan akan lebih menstabilkan harapan sektor bisnis.

Dengan laju ekspansi ekonomi yang melambat, pihak berwenang telah berusaha selama lebih dari setahun untuk mendorong sektor perbankan untuk meminjamkan lebih banyak kepada perusahaan swasta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here