• 15 Desember 2019

CBI : Profitabilitas Perusahaan Jasa Inggris Mengalami Penurunan

CBI : Profitabilitas Perusahaan Jasa Inggris Mengalami Penurunan

Confederation of British Industry memaparkan hasil surveinya yang menunjukkan bahwa tingkat keuntungan di perusahaan bisnis jasa dan profesional di Inggris dilaporkan turun dalam jumlah paling besar sejak 2011 silam dan sektor bisnis mengurangi laju investasi.

Survei yang dilakukan lembaga tersebut secara teratur telah memberikan gambaran mengenai suramnya ekonomi Inggris, saat sektor bisnis menghadapi ketidakpastian politik yang berawal dari Brexit serta menjelang pemilihan nasional pada 12 Desember mendatang.

Kepala ekonom di Confederation of British Industry, rain Newton Smith mengatakan bahwa iklim ekonomi saat ini telah menimbulkan hambatan bagi perusahaan jasa Inggris, yang melaporkan penurunan sentimen, penurunan volume serta tingkat profitabilitas yang lebih lemah, serta tidak adanya prospek yang lebih jelas bahwa kondisi ini akan membaik.

Ukuran profitabilitas profesional dan layanan bisnis dilaporkan berada di level minus 25, yang merupakan level terendahnya sejak November 2011 silam. Sementara itu rencana untuk berinvestasi di kendaraan, pabrik dan mesin justru tercatat di level terlemahnya sejak 2010.

Secara keseluruhan optimisme terhadap perusahaan layanan konsumen tercatat turun lagi meskipun di laju yang lebih lambat di minus 25 pada bulan ini dari minus 28 pada bulan Agustus, sementara itu untuk perusahaan layanan bisnis dan profesional mencatat kenaikan hingga ke level minus 20 dari sebelumnya minus 31.

Sektor jasa Inggris diketahui memberikan kontribusi hingga sekitar 80% dari keseluruhan aktifitas ekonomi yang tumbuh 1.0% di tingkat tahunan pada kuartal ketiga tahun ini, yang merupakan pertumbuhan terlemah sejak awal 2010 silam. Sektor jasa Inggris tumbuh 1.4%, namun lebih tergantung pada laju pengeluaran pemerintah sejak awal 2013 lalu.

Survei ini mencakup tanggapan dari 179 perusahaan layanan bisnis dan profesional serta 62 perusahaan layanan konsumen dalam rentang waktu antara 29 Oktober hingga 13 November lalu.(