Bullion Koreksi Seiring Peningkatan Sentimen Risk Appetite

Level logam mulia “safe-haven” rebound pada perdagangan Selasa hingga sore ini setelah sempat jatuh di bawah tingkat $ 1.400 karena gencatan senjata perdagangan antara AS dan China menaikkan sentimen risk appetite.

AS dan China sepakat untuk memulai kembali perundingan perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menunda penerapan bea cukai baru dan juga mengurangi pembatasan perusahaan teknologi Huawei untuk mengurangi ketegangan dengan Beijing. Sementara itu, China setuju untuk melakukan buy produk pertanian AS yang tidak ditentukan dan kembali ke meja perundingan.

Trump mengatakan negosiator dari kedua belah pihak “berbicara sangat banyak di telepon” dan bahwa pertemuan perdagangan telah dimulai. “Ini sebenarnya dimulai sebelum pertemuan kami,” kata Trump, merujuk pada pertemuannya dengan pemimpin China Xi Jinping pada KTT G-20 akhir pekan lalu.

“Itu harus lebih baik bagi kami daripada bagi mereka karena mereka memiliki keuntungan besar selama bertahun-tahun,” tambah Trump.

Meskipun ada perkembangan positif, Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley keduanya mengatakan mereka mengharapkan koreksi pasar saham akhir tahun ini.

Sumber: Topgrowth Futures, Reuters.

Ardian Karen

Read Previous

Minyak Terkoreksi Walau OPEC Indikasikan Perpanjangan Masa Pemangkasan Pasokan

Read Next

RBA Pangkas Suku Bunga Lagi, Dua Rapat Kebijakan Berturut-turut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *