BRC : Retail Sales Inggris Mengalami Tahun Terburuk

BRC : Retail Sales Inggris Mengalami Tahun Terburuk
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Pihak pengecer di Inggris mencatat kinerja tahunan terburuknya selama tahun 2020 lalu, akibat dari penurunan laju permintaan terhadap produk fashion dan juga produk peralatan rumah tangga, sementara penjualan makanan mengalami kenaikan 5.4% di tahun 2019 dan produk non-makanan mencatat penurunan sekitar 5%.

British Retail Consortium mengatakan bahwa laju penurunan secara keseluruhan sebesar 0.3% dalam periode setahun lalu, yang disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19, serta mencatat perubahan tahunan terburuknya sejak lembaga tersebut melakukan penyusunan dan pencatatan angka di tahun 1995 silam.

Helen Dickinson selaku chief executive dari BRC mengatakan bahwa toko non-makanan fisik, termasuk semua ritel non esensial, mengalami penurunan penjualan hingga hampir seperempatnya dari total penjualan di tahun 2019 sebelumnya, dan libur Natal menawarkan sedikit kelonggaran bagi para pengecer, karena banyak toko yang terpaksa ditutup selama periode puncak perdagangan.

Disebutkan bahwa kenaikan sebesar 5.4% dalam penjualan makanan dipicu oleh pembeli yang berbondong-bondong ke supermarket dan grosir online untuk memastikan persediaan mereka selama masa pandemi.

Selama bulan Desember lalu total penjualan ritel meningkat 1.8% karena pembeli menghabiskan lebih banyak uang menjelang Natal, sementara laju penjualan like-for-like untuk bulan tersebut naik 4.8% karena pembelian toko secara keseluruhan masih dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan dan penutupan sementara.

Sedangkan untuk penjualan produk non-makanan secara online dilaporkan melonjak hingga sebesar 44.8% di bulan Desember, seiring proporsi belanja online yang jauh lebih tinggi selama diberlakukannya kebijakan pembatasan warga untuk keluar rumah.

Hasil monitoring penjualan dari BRC disusun berdasarkan konsultasi dengan KPMG, yang kepala divisi ritel Inggris dijabat oleh Paul Martin, yang mana beliau mengatakan bahwa pada bulan terpenting bagi industri ritel, ada sejumlah pertumbuhan positif yang tengah berlangsung dari kategori lainnya, seperti sektor perjalanan dan liburan.

Lebih jauh Martin mengatakan bahwa sekali lagi pihaknya melihat adanya perubahan besar dalam jenis produk yang dibeli serta saluran yang digunakan untuk berbelanja, dengan sebagian besar pertumbuhan terjadi secara online, yaitu kondisi dimana hampir setengah dari total pembelian produk non-makanan dilakukan, namun beliau juga memperingatkan bahwa kebijakan penutupan yang baru akan memperburuk kondisi banyak toko non-esensial serta gerai-gerai High Street secara umum.

Sebuah laporan yang dirili oleh Center for Retail Research (CRR) di pekan lalu, menyatakan bahwa tahun 2020 merupakanm tahun terburuk untuk kehilangan pekerjaan di kawasan High Street dalam lebih dari 25 tahun yang diakibatkan oleh virus corona yang mempercepat laju pembelian melalui online, dan hampir sekitar 180 ribu pekerjaan di sektor ritel hilang selama tahun 2020, sehingga mencatat kenaikn hampir seperempat dari catatan yang ditorehkan oleh lembaga tersebut.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas